SIM Tujuh Keliling

0 comments Sunday, August 31, 2008
Anda ingin memperpanjang masa berlaku SIM anda? Anda tidak bisa keluar kantor pada jam dan hari kerja? Jangan khawatir. Ada SIM keliling yang buka Sabtu dan Minggu. Jangan lupa siapkan KTP asli + fotokopinya, dan SIM yang akan diperpanjang. Dan jangan lupa siapkan uang 100 ribu rupiah per SIM. Lokasi SIM keliling dapat anda lihat di web Ditlantas Polda Metro Jaya (klik link dibawah). Semoga sukses dan tidak pusing tujuh keliling, seperti saya.
Masa berlaku SIM saya akan habis. Saya jadi teringat sepuluh tahun lalu, waktu mengurus SIM di kantor Samsat Daan Mogot. Jakarta Barat. Buat saya yang tinggal di Jakarta Selatan, Daan Mogot terasa jauuuuhh banget. Baru masuk halaman kantor Samsat, sudah ada empat orang calo yang menawarkan jasa. Selain itu, waktu tunggunya lama banget. Mengurus SIM betul-betul menyita waktu.

Karena itu, lima tahun yang lalu, untuk memperpanjang SIM, saya ikut SIM kolektif di kampus, meskipun waktu itu saya sudah bukan mahasiswa lagi. Saya mengira pengurusannya cukup dilakukan di kampus, tanpa perlu ke Daan Mogot. Ternyata saya keliru. Saya tetap harus datang ke Daan Mogot. Waktu menunggu, ada seorang "penjual jasa" yang terus menerus menawarkan untuk membantu, padahal saya sudah bilang bahwa saya ikut SIM kolektif. Untunglah, waktu tunggunya tidak lama. Mungkin sudah disediakan jalur cepat untuk SIM kolektf ..... Free Smiley Face

Untuk memperpanjang SIM kali ini, saya ingin ikut SIM kolektif lagi. Sayang, di kampus itu sekarang sedang tidak ada SIM kolektif. Untung ada teman yang memberitahu bahwa ada SIM keliling. Lokasinya di dekat Pos Polisi depan Makam Pahlawan Kalibata, tidak perlu ke Daan Mogot. Dan yang lebih penting, katanya SIM keliling juga buka hari Sabtu.

Hari Sabtu dua minggu yang lalu saya ke Kalibata. Tidak ada kegiatan yang mirip SIM keliling di sekitar Pos Polisi depan Makam Pahlawan Kalibata. Waktu saya tanyakan, seorang Polisi menjelaskan bahwa, hari Sabtu SIM keliling hanya sampai jam 12 dan mulai Senin SIM keliling ada di Ragunan, di pintu masuk Kebun Binatang Ragunan. Saya dianjurkan ke sana Senin pagi.

Sebagai salaryman, tentu sulit bagi saya meninggalkan kantor pada hari dan jam kerja. Jadi saya harus menunggu hari Sabtu berikutnya. Sesuai penjelasan petugas Polisi Kalibata tersebut, Sabtu kemarin saya menuju Kebun Binatang Ragunan. Di pintu masuk Kebun Binatang Ragunan tidak tampak kegiatan yang mirip SIM keliling. Seorang petugas Kebun Binatang Raguan mengatakan bahwa SIM keliling ada di di pintu masuk yang lain. Wah, saya baru tahu bahwa ternyata Kebun Binatang Ragunan punya (paling tidak) tiga pintu masuk (saya sedang ada di pintu masuk yang dekat Komplek POLRI, sedangkan SIM keliling ada di pintu masuk yang dekat Jl Harsono RM).

Saya segera menuju ke lokasi yang ditunjukkan petugas Kebun Binatang Ragunan tadi. Sesampai di sana, ternyata..... "Pendaftaran sudah tutup. Formulirnya habis." kata seorang pemohon SIM yang sedang menunggu panggilan untuk difoto. "Saya kemarin juga sudah ke sini, tapi komputernya lagi hang." lanjut pemohon yang lain. Aduuhhh, gagal maning....gagal maning....Mengapa harus pusing tujuh keliling untuk bisa memperpanjang SIM..?Free Smiley Face.

Untunglah, seorang petugas SIM keliling keluar dari mobil. Dia mengatakan bahwa SIM keliling juga buka besok hari Minggu. Tempatnya di dekat Pos Polisi depan Makam Pahlawan Kalibata. Jadi ternyata SIM keliling buka tujuh hari seminggu. Nah, ini baru kabar baik pengobat pusing tujuh keliling Pagi hari Minggu ini, saya ke lokasi SIM keliling di Kalibata. Sudah ada beberapa orang yang sedang mengisi formulir dan sedang menunggu dipanggil. Di formulir tidak ada keterangan tentang biaya. Waktu saya tanya kepada petugas formulir mengenai biaya, dia hanya mengatakan: "..... nanti di dalam." Lho? Padahal saya cuma bawa selembar seratus ribu, dua lembar dua puluh ribuan dan beberapa lembar uang ribuan. Saya memang hampir tidak pernah bawa uang lebih dari seratus ribu. Kalau biayanya lebih dari uang yang saya bawa, bagaimana ya....?

Tempat duduk yang disediakan sangat terbatas. Jadi sebagian besar pemilik SIM menunggu sambil berdiri atau duduk di trotoar jalan. Untungnya hari masih pagi jadi sinar matahari belum begitu panas. Setengah jam kemudian, tibalah giliran saya dipanggil masuk mobil untuk difoto. Di dalam sudah ada 3 orang. Yang satu ternyata sudah selesai. Petugas menyebut angka 85 ribu. Pemilik SIM menyerahkan selembar warna merah (seratus ribu) dan tampaknya tidak meminta uang kembalian. Petugas mengucapkan terimakasih dan menyerahkan SIM (tidak ada tanda terima/kwitansi).

Ternyata tiga orang pemohon SIM sebelum saya, semua membayar seratus ribu dan tidak ada yang meminta uang kembalian. Mungkin sebagai uang tip untuk petugas yang mau masuk kerja hari Minggu, sehingga para pemilik SIM tidak perlu bolos kerja. Meski tidak setuju dengan kebiasaan memberi tip kepada petugas pelayanan umum, akhirnya saya juga ikut-ikutan tidak minta uang kembalian........Free Smiley Face

Mengurus SIM di SIM keliling ternyata jauh lebih mudah dan cepat dari pada di Daan Mogot. Selain itu, juga bebas calo. Jadi kita tidak akan dongkol dan kesal karena ada orang lain yang baru datang dilayani duluan, sementara kita yang lewat jalur resmi harus menunggu ber-jam-jam.

Tetapi apakah saya usil kalau masih penasaran, biaya yang 85 ribu itu buat bayar apa saja, ya....? Mengapa biayanya tidak disebutkan di formulir atau diberitahukan sebelumnya? Apa memang tidak ada tanda terima/kwitansi? ....koq jadi banyak tanya, ya? Free Smiley Face

Untuk anda yang akan mengurus perpanjangan SIM, semoga anda dapat mengurusnya dengan lebih mudah dan tidak pusing tujuh keliling, seperti saya.... Oh ya, jangan lupa siapkan KTP asli + fotokopinya, dan SIM yang akan diperpanjang. Dan jangan lupa bawa uang... Soal anda mau minta uang kembalian atau merelakannya untuk tip petugas, terserah anda.
Free Smiley Face

Semoga kelak pelayanan SIM keliling jadi lebih baik .... dan jadi transparan. Dan semoga gaji petugasnya jadi lebih baik sehingga berani menolak uang tip.

PS:

Ini info terlambat yang saya dapat, ternyata perpanjangan SIM juga bisa di Polres. Baca di http://cybermap.co.id/index.php?map=jkt&content=dir&dir=567&cat=567

Baca juga:
  • Darah dan air mata mencari Bus SIM Keliling
  • Web Ditlantas Polda Metro Jaya
  • Read On




    Ramadhan Bukan Bulan Suci

    0 comments Tuesday, August 26, 2008
    Ramadhan bukan bulan suci! Dalam literatur-literatur Islam hanya ada empat bulan suci, dan Ramadhan tidak termasuk dalam empat bulan suci tersebut. Anggapan Ramadhan sebagai bulan suci adalah salah satu salah kaprah umat Islam. Demikianlah kurang-lebih yang disampaikan Khatib salat Jumat di Masjid Baitussalam, Duren Tiga, Jakarta Selatan. 22 Agustus 2008. Bagi saya yang terlanjur mengikuti anggapan bahwa Ramadhan adalah bulan suci, penjelasan ini sungguh mencengangkan. Masjid Baitussalam biasanya menghadirkan khatib-khatib yang cukup kredibel, jadi saya tidak punya alasan untuk meragukan pernyataannya. Lagi pula pengetahuan saya tentang literatur Islam terlalu dangkal untuk menolaknya. Lalu, sebutan apa yang pantas untuk Ramadhan? Menurut khatib, sebutan yang paling tepat untuk Ramadhan adalah bulan Ibadah. Dalam khutbahnya, khatib mengungkapkan sejumlah salah kaprah lainnya di kalangan umat Muslim dalam bulan Ramadhan. Di antaranya adalah menyambut dan meramaikan Ramadhan dengan petasan. Salah kaprah yang lain menurut khatib adalah lebih banyaknya jumlah jemaah di masjid pada waktu salat Tarawih dibanding pada waktu salat wajib. Menurutnya, salat Tarawih bukanlah wajib dan tidak harus berjamaah. Di Timur tengah, jemaah salat tarawih di masjid-masjid justru tidak pernah sebanyak jemaah salat wajib. Menurut khatib, salah kaprah berikutnya adalah penyelenggaraan salat Tarawih di rumah-rumah pejabat dan juga di hotel-hotel berbintang dengan menghadirkan aktris / selebriti. Hal ini dianggapnya telah menarik jemaah dari masjid-masjid. Pusat ibadah umat Muslim adalah masjid, bukan rumah pejabat atau hotel-hotel. Khatib mengkhawatirkan penyelenggaraan salat Tarawih di tempat-tempat tersebut mengaburkan makna dan tujuan salat tarawih dan ibadah Ramadhan. Selamat beribadah Ramadhan
    Read On




    Rekaman Pembicaraan Pilot Adam Air Palsu?

    0 comments Saturday, August 2, 2008
    Detik News, Selasa, 05/08/2008 15:18 WIB memberitakan pernyataan Menhub Jusman Syafii Djamal bahwa rekaman pembicaraan pilot AdamAir yang celaka di perairan Majene, Sulawesi Barat, adalah palsu. Rekaman itu diyakini palsu karena adanya suara gaduh yang diduga sengaja disisipkan untuk meyakinkan bahwa rekaman itu asli.
    Sebelumnya rekaman itu diduga asli, dan bocor ke masyarakat karena ada komputer milik KNKT yang hilang, Berikut adalah salah satu rekaman yang beredar di Youtube.




    Yang ini rekaman yang di Detik TV


    Kalau rekaman-rekaman ini palsu, yang asli mana...???
    Read On