Tuesday, February 24, 2009

Lagu Chrisye di Iklan Kampanye Partai Politik

pemilu images.jpeg

Engkau masih anak sekolah satu SMA Belum tepat waktu tuk begitu begini Anak sekolah datang kembali Dua atau tiga tahun lagi

Ini adalah reffrain Lagu Anak Sekolah yang dinyanyikan almarhum Chrisye. Saya tidak menyangka lagu ini (setelah syairnya diganti) dipakai sebuah partai politik besar untuk iklan kampanye Pemilu 2009. Dalam iklan tersebut, antara lain dikemukakan keberhasilan partai politik tersebut memperjuangkan anggaran pendidikan.

Saya memang menyukai lagu-lagu Chrisye. Tetapi Lagu Anak Sekolah ciptaan Oddie Agam ini sebenarnya bukan termasuk lagu kesukaan saya. Saya lebih suka lagu-lagu Chrisye sejenis Badai Pasti Berlalu, Lilin Kecil, dan semasanya. Meskipun begitu, saya tetap kurang suka ada partai politik yang memakai Lagu Chrisye untuk iklan kampanye. Kenapa tidak pakai lagu lain saja, pikir saya.

Sesaat sebelum menulis posting ini, saya membaca komentar di posting The Best Prambors Dasa Tembang Tercantik 1977-1990, bahwa konon alm. Chrisye juga pernah menyanyikan single untuk kampanye sebuah Partai Politik pada Pemilu 1987.

"...Gw punya Singel Chrisye yang judulnya AKU CINTA GOLKAR Wakakakakakakakakk...Lagu ini dipake buat Kampanye Partai Ntu waktu pemilu 87... " kata penulis komentar itu. Konon Lagu ini remake dari lagu aku cinta dia yang diganti syair nya. Wah saya baru tahu bahwa penyanyi yang saya kagumi ini, semasa hidupnya aktif dalam politik.

Sebenarnya saya lebih senang jika penyanyi kesukaan saya tidak terlibat politik. Tetapi saya menghormati hak Oddie Agam, almarhum Chrisye ataupun ahli warisnya untuk mendukung suatu partai dan aktif berpolitik.

Monday, February 23, 2009

When facebook Distracted Me From Blogging

I do not remem200px-Facebook.svg.pngber exactly who invited me to join facebook. I guess I unintentionally clicked one among several invitations in my email inbox. Previously, I was not interested to join facebook or any social networks. I worry I would not have enough time to visit it regularly and respond to the messages.

Yesterday, one of my college said he has just stop his facebook account. I have not thiBlogspot images.jpegnWP images.jpegking to follow him, yet. I have just realized that Facebook has distracted me from blogging. I should not let facebook consumed too much of my time.
I begin writing post again for my blogs. I am not blogging for money, but I think writing a simple post in blog is more challenging than writing something in facebook.

Thursday, February 19, 2009

People You May (not) Know In Facebook

Facebook usually suggest someone we may know to be added to our list of friends. One day, I read: "You and @@@@@ both went to SMA Negeri @@ @@@@@". Then, when I clicked, it showed that actualy he/she never went to my high school. He/she was student of another high school in another city.

Yes, it is not bad. It has given me some new friends, because both he/she and me thought we were classmate. I only wonder why Facebook cannot distinguish it. Does facebook think all "SMA Negeri" are the same?

Monday, February 16, 2009

Sulitnya Mempraktekan Kiat RSVP Bondan Winarno

Dalam buku Seratus Kiat, Bondan Winarno memberi resep menghadiri resepsi pernikahan dengan memplesetkan kata RSVP menjadi Rush in, Shake hand and Vanish Promptly. Saya sudah lama mengetahui kiat ini, tetapi tidak pernah sepenuhnya mempraktekannya. Setelah shake hand, biasanya saya makan dulu, baru vanish.

Hari ini saya menghadiri undangan sebuah resepsi pernikahan. Di undangan tertulis "jam 11.00 sampai ??? (lupa)". Saya pikir datang jam 12 bukan termasuk terlambat. Tetapi, waktu rush in memasuki ruangan, saya dengar suara pembawa acara memanggil-manggil nama-nama pihak keluarga yang akan foto bersama mempelai. Kemudian saya lihat beberapa orang sedang foto bersama pengantin. Di sisi kiri masih ada antrian panjang yang mau foto bersama, mengabadikan kenangan (yang mudah-mudahan) sekali seumur hidup ini.

"Wah nggak bisa langsung shake hand, nih." pikir saya. Karena itu, saya berpaling ke meja hidangan. Maksud saya makan dulu, sambil menunggu selesai antrian yang mau berfoto, setelah itu shake hand and vanish. Tetapi... piring habis dan hidangan sepertinya tinggal sedikit tersisa. Saya tengok ke kanan, ke meja lain yang diberi tulisan "Sate (lupa ayam apa kambing)", lho koq cuma kelihatan lontong, satenya mana? Saya balik kanan, untunglah masih ada agar-agar dan buah.

Supaya tidak kecewa karena tidak kebagian makan, saya anggap saja hidangannya bukan termasuk katagori "Mak Nyusss..". Bukan maksud saya untuk tidak menghargai keluarga mempelai. Saya yakin mereka telah berusaha maksimal agar acara berjalan baik. Belakangan saya tahu bahwa sewa gedung hanya sampai jam 13.00. Jadi datang jam 12 termasuk terlambat untuk acara resepsi yang harus berakhir jam 13.00. Tidak gampang mempraktekan Kiat RSVP Bondan Winarno. Lebih tidak gampang lagi menyelenggarakan acara resepsi semacam ini. Konon tidak selalu mudah untuk mendapatkan tempat yang sesuai pada jadwal waktu yang telah direncanakan, karena daftar tunggu yang akan menyewa sudah begitu panjang. Konon juga, ada pengelola gedung yang hanya mau satu paket dengan catering. Jadi keluarga mempelai terpaksa memakai katering yang belum mereka kenal dan yakini kualitasnya.

Saya mengakui, undangan untuk menghadiri acara walimah/resepsi pernikahan adalah sebuah penghormatan dari pihak mempelai. Terlebih lagi, saya termasuk yang sering tidak bisa datang. Bahkan kadang saya masih merasa bersalah, waktu acara nikah adik sepupu saya di Jakarta beberapa tahun lalu, saya malah sibuk dengan pekerjaan saya di sebuah daerah terpencil di Sumatera.