From Surabaya With (out) O2 Atom Life

0 comments Saturday, April 25, 2009

Saya kembali mendapat tempat duduk di dekat jendela dalam penerbangan dari Surabaya kembali ke Jakarta. Saat "take off", dari jendela saya lihat Surabaya di malam hari berkilau dalam cahaya lampu. Begitu juga waktu akan mendarat, kilauan lampu-lampu Jakarta tampak di bawah. Saya ingin sekali memotretnya. Waktu berao2 atom life.jpgngkat ke Surabaya, dari jendela pesawat saya sempat memotret puncak Semeru yang diselimuti awan, meskipun hanya dengan kamera 2 MP di PDA O2 Atom Life. Sayang sekarang saya sudah tidak punya O2 Atom Life... :(

Saya kembali ke Jakarta tanpa O2 Atom Life. PDA putih itu hilang sehari sebelum saya kembali ke Jakarta. Saya tidak tahu, apakah tertinggal di taksi atau di front office hotel waktu menaruh kunci, atau tertinggal di kamar hotel, atau....

Saya "mati gaya", tidak bisa memotret, menelpon, SMS, baca/kirim email, buka Facebook, browsing etc., etc... Bukan hanya itu. Sejumlah nomor telpon dan alamat ikut hilang. Foto-foto yang belum sempat saya pindah ke komputer juga hilang, termasuk foto-foto waktu di "warung bambu" samping Tunjungan Plasa. Saya sering ke sini waktu masih kuliah di Surabaya belasan tahun lalu. Untung tidak ada foto-foto yang masuk katagori "17 tahun ke atas" :).

Foto di atas adalah foto waktu upgrade ROM O2 Atom Life ke Window 6.1 (unofficial) buatan Medkid.

Read On




Mengharapkan Fenomena Pareto Pada Pemilihan Umum 9 April 2009

0 comments Wednesday, April 8, 2009

Karena pada Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2009 ini kita memilih Calon Legislatif dan bukan hanya memilih partai politik, maka perhitungan suara jauh lebih menuntut ketelitian dari pada Pemilu sebelumnya. Jika satu partai terdiri dari rata-rata 10 Caleg, maka untuk 34 Parpol saja penyelenggara pemungutan suara di TPS harus menghitung dan memastikan kebenaran perolehan suara 340 Caleg. Dapat dibayangkan, bagaimana repotnya. Sebuah pekerjaan berat yang menuntut tanggung jawab besar, namun minim pujian dan beresiko dimaki-maki bila terjadi kekeliruan.

Namun saya masih punya harapan bahwa tugas penyelenggara pemungutan suara dapat lebih ringan. Andai fenomena Pareto muncul pada hari pemunguatan suara kali ini, suara akan terkonsentrasi pada 20% dari Calon Legislatif. Jadi meskipun harus tetap menghitung dan memastikan kebenaran perolehan suara 340 Caleg, hanya sekitar 68 Caleg yang banyak mendapat suara dan menuntut perhatian dan ketelitian penyelenggara pemungutan suara. Selebihnya, 80% dari 340 Caleg hanya akan dapat sedikit suara. Kemungkinan keliru hitung juga jauh lebih kecil dari yang 20%.

Lebih jauh, saya jug a berharap fenomena Pareto juga muncul pada election threshold . Dari 34 Partai Politik, tidak akan lebih dari 20% nya yang lolos election threshold . Jadi Pemilu berikutnya hanya akan diikuti oleh tidak lebih dari 7 Partai Politik saja. Lebih memudahkan bagi pemilih, bagi KPU, bagi Bawaslu dan juga bagi penyelenggara pemungutan suara di TPS-TPS. Tentunya, jika dibarengi dengan aturan dan syarat yang ketat dalam ijin mendirikan partai politik. Semoga!

Read On