Saturday, March 31, 2007

Antara Demokrasi dan Dollar per kapita

Dalam pidato pengukuhan Guru Besar di UGM, Menko Prof. Boediono antara lain menyinggung hubungan demokrasi dengan pendapatan per kapita. Menurut Prof. Boediono, untuk dapat menikmati kelangsungan demokrasi, batas aman yang perlu kita capai adalah US$ 6600 perkapita. Pidato beliau mengingatkan kita bahwa, keinginan kita berdemokrasi memerlukan pijakan ekonomi yang kokoh.

Berbeda dengan Visi 2030 yang banyak disambut kritik, hampir tidak ada yang mengkritik pidato Prof. Boediono.


Menurut penulis ada yang tidak kalah penting dari angka US$ 6600 itu. Angka mudah mempesona kita. Sering kita terlalu sibuk untuk menyadari, suatu angka (rata-rata) dapat juga tercapai tanpa peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum, jika angka itu ditopang dengan menjulangnya pendapatan sekelompok kecil. Angka pendapatan perkapita yang tinggi dapat menjadi sekedar Indikasi kemakmuran semu yang rapuh.

Bagi demokrasi, ketimpangan pendapatan yang terlalu besar bisa sama atau bahkan lebih buruk dari rendahnya pendapatan perkapita. Bukankah money politic, demonstran bayaran, dan praktek demokrasi tidak sehat lainnya lebih mudah dilakukan jika ada perbedaan kesejahteraan yang mencolok?

Pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Boediono dapat di download di sini.

Kepada Prof. Boediono, penulis mengucapkan selamat!

Gambar diambil dari : http://www.ekon.go.id/v3/images/beritafoto/foto2.jpg

[+]Click to Read More...[+]


Visi 2030 terlalu berani?

25-Mar-07

Dalam Visi 2030, disebutkan antara lain, Indonesia akan jadi 5 besar dengan pendapatan perkapita US$ 18,000 per tahun.

Sudah banyak tulisan yang mengkritik Visi 2030. Presiden SBY juga menilai Visi 2030 terlalu berani, meskipun beliau mendukung dan menyambut baik. Karena itu, tulisan ini tidak akan menambah panjang daftar kritik tersebut. Bagi penulis, Visi 2030 tidak terlalu muluk. Bukankah visi adalah semacam angan-angan atau impian?

"If you cannot build a castle in the air, you will never build a castle anywhere" (peribahasa Scotlandia). Mulailah semua yang hebat dengan angan-angan dan impian. Bermimpilah seindah dan sehebat mungkin.

Jadi, jangan takut bermimpi!

[+]Click to Read More...[+]


Sunday, March 18, 2007

SUPERSEMAR dan United States of Malaysia Indonesia

3:34 AM 12-Mar-07


Tanggal 11 Maret baru saja lewat. Entah SUPERSEMAR benar-benar hilang atau memang tidak pernah ada, saya kira Tun Ghazali Shafie termasuk yang gembira dengan perubahan-perubahan politik yang ditimbulkan oleh SUPERSEMAR.

Harian Malaysia, The Star, Februari lalu memuat artikel yang bersumber dari eks dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat. Setelah kembali ke Jakarta, saya cari artikel The Star itu via Google. Baru kemarin ketemu. Bukan di web The Star, tetapi di web US Department of State dan Kerry B Collison

Diungkapkan bahwa, tahun 1964 Tun Ghazali Shafie pernah meminta Amerika Serikat mendukung sebuah rencana untuk melawan dan mengakhiri Operasi Ganyang Malaysia. Singkatnya, Malaysia akan melakukan pendekatan agar sejumlah daerah luar Jawa (Sumatera dan Sulawesi) berpaling dari Jakarta. Kemudian akan dibentuk sebuah negara serikat yang merupakan gabungan wilayah Indonesia dan Malaysia. Argumen Tun Ghazali Shafie cukup kuat. Yaitu bahaya komunis yang makin berpengaruh di Indonesia. Andai terwujud, negara serikat itu luasnya mungkin hampir sama dengan Majapahit. Apakah Tun Ghazali Shafie terinspirasi Sumpah Palapa Gajah Mada?

"......Ghazali's preferred solution to the whole problem emerged as requiring change in the nature of the Indonesian Government, authority being returned to the people of the individual islands, the central government in Djakarta being removed or downgraded as the source of power, and a federal system like that in the United States or Malaysia being installed. If such a system were developed, according to Ghazali, Malaysia would be willing to be a part of it, and this in his view would be the only way of keeping Communism out of the area......" demikian ditulis di web US Department of State

Namun entah mengapa AS tidak memberi dukungan. Mungkin sedang kerepotan di Vietnam. Mungkin juga mereka sudah tahu bahwa akan segera muncul SUPERSEMAR, dan pemerintahan Soekarno segera berakhir. Penulis artikel The Star meragukan keberhasilan rencana itu dan mempertanyakan : Jika mereka (daerah) tidak mau dibawah pemerintahan Jakarta, dengan alasan apa mereka mau dibawah pemerintahan Kualalumpur?

Menyusul beralihnya kepemimpinan republik ini kepada "pengemban SUPERSEMAR", berakhir pula konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Kini, hubungan kedua negara yang pernah jadi seperti dua sahabat baik seusai konfrontasi itu, banyak mengalami ujian. Malaysia memang tidak berhasil mempengaruhi Sumatera dan Sulawesi, namun lebih 30 tahun kemudian, berhasil mendapatkan pulau Sipadan, dan pulau Ligitan. Pulau Ambalat pun hampir menjadi bagian wilayahnya.Belum lagi persoalan TKI, patok perbatasan yang bergeser, dan klaim hak paten batik oleh Malaysia.

[+]Click to Read More...[+]


Direktur "Diberhentikan" oleh Karyawannya

12:48 AM 12-Mar-07

Tadi malam saya dengar berita Direktur TVRI, Rully C. Iswahyudi, dinonaktifkan, setelah unjuk rasa sejumlah karyawan TVRI. Belum lama ini juga ada berita Dirut Jamsostek, Iwan Pontjowinoto (sempat) diberhentikan oleh Dewan Komisaris atas desakan karyawan Jamsostek.

Saya terlanjur menerima bahwa karyawan tidak mungkin menang melawan atasan. Sebagai sesama karyawan alias orang yg menurut Kiyosaki berada di kuadran E, saya salut dengan kemenangan rekan2 karyawan Jamsostek dan TVRI. Saya bangga karena "kedaulatan karyawan" diakui. Kalimat "Karyawan adalah asset penting perusahaan" tidak lagi cuma jadi slogan.

Namun sikap saya agak mendua. Saya terlanjur mengakui bahwa perusahaan bukan lembaga demokrasi. Bukan One man one vote tetapi One share one vote. Setahu saya karyawan Jamsostek ataupun karyawan TVRI bukan pemilik saham mayoritas. Bagaimana mungkin mereka bisa meng"gol"kan keinginan untuk mengganti Direkturnya?

Bagaimana kalau Direktur atau Manajer sewaktu-waktu dapat diganti begitu bawahannya merasa tidak cocok? Alangkah ruwetnya kalau kejadian ini dianggap normal. Maklum, meskipun cuma karyawan, saya pernah punya mimpi jadi direktur. ,,,boleh, dong? Paling tidak di PT Mimpi Indah Tbk. :-).

[+]Click to Read More...[+]


Saturday, March 17, 2007

KWITANSI

Seorang staf saya yang sedang bertugas di luar kota mengeluh karena bagian keuangan di kantor saya menolak mengganti pengeluaran biaya untuk beli pulsa HP. Waktu saya tanyakan masalahnya, kata bagian keuangan penggantian itu ditolak karena hanya melampirkan nota/bon pembayaran, tidak dilengkapi kwitansi.

Saya sendiri sudah berulang kali mengalami hal serupa waktu mengajukan penggantian biaya yang ditanggung kantor. Berulang kali saya pertanyakan beda makna nota/bon pembayaran dan juga printout struk mesin kasir dengan kwitansi. Saya juga mengatakan bahwa tidak semua toko menyediakan kwitansi. Tetapi mereka bersikukuh dan mengatakan aturan SAK (StandarAkutansi Keuangan) mengharuskannya. Sebagai seorang awam di bidang akuntansi dan Keuangan, tentu saya tak punya argumen lagi.

Tidak sedikit pedagang yang merasa heran jika saya masih meminta kwitansi sesudah mendapat kan nota/bon pembayaran atau printout mesin kasir. Bahkan ada yang menanyakan berapa jumlah yang saya inginkan untuk ditulis di kwitansi? ....Aduhh.. mereka mengira saya minta dibuatkan kwitansi supaya bisa dapat uang lebih. .... :-(

Saya iri dengan teman-teman di kantor-kantor lain. Di sana nota/bon pembayaran, printout mesin kasir dan bahkan struk kartu kredit sudah cukup untuk meminta penggantian biaya-biaya yang ditanggung perusahaan. Apakah auditor di kantor-kantor itu tidak patuh pada SAK? Atau bagian keuangan di kantor saya yang lain dari yang lain?

[+]Click to Read More...[+]


Friday, March 16, 2007

Somasi Republik Mimpi

11:02 PM 11-Mar-07

Saya tidak bermaksud membela Effendi Gozali dkk., (karena mereka pasti sudah siap dengan pembelaan). Saya hanya ragu apakah Somasi merupakan upaya yang "relevant dan significant"? (meminjam kata-kata Jarwo Kwat).

Pertama kali saya nonton acara semacam ini di Indosiar. Judulnya Republik BBM dan Taufik Savalas memerankan presiden. Kalau dihitung sejak di Indosiar, rasanya sudah cukup lama acara semacam ini ditayangkan. Menurut saya, judul acaranya, Republik Mimpi juga sudah lebih santun dari Republik BBM (Benar Benar Mabok). Jadi cukup aneh kalau baru sekarang kena somasi. ....tanya kenapa....?

Menurut saya, somasi tidak akan efektif. Justru akan mengundang banyak simpati dan jadi promosi gratis buat Effendi Gozali dkk dan juga MetroTV. Kalau saya jadi pihak yang terganggu oleh acara ini, saya tidak memilih menempuh jalur hukum. Saya akan buat acara lain yang waktunya tepat bersamaan dg Republik Mimpi. Acaranya tidak perlu serupa ataupun melawan parodi di acara itu. yang penting bisa mengalihkan perhatian orang dari nonton Republik Mimpi eh Kerajaan Mimpi.

Saya sudah lakukan survei kecil-kecilan di kost-kostan saya. Tiap Senin malam ada dua stasiun TV yang menayangkan sepak bola. Ternyata dua pertiga dari yang menonton TV Senin malam memilih siaran langsung sepak bola dari pada Republik Mimpi.

Namanya juga industri. Kalau kehabisan penonton, acara apapun pasti bubar. Tidak perlu somasi.

Bagaimana Bung Effendi Gozali?

(Gambar diambil dari : http://www.kickandy.com/data/pretopik/61.jpg)





[+]Click to Read More...[+]


GAGAL MANING .....

8:22 PM 15-Mar-07
Saya sudah lama mau buat blog di wordpress atau Blogspot. Mungkin karena keseringan baca blog Pak Budi Rahardjo, Mas Nofie Iman, Pak Priyadi dan Mas Budi Putra.
Meskipun sudah diingatkan bahwa Blogging itu Tidak Menguntungkan, saya masih tetap pengen bikin blog.

Karena di kantor selalu tidak sempat, kemarin malam saya mau ke warnet di multiplus untuk buat blog, tapi hujan lebat.
Malam ini kelihatannya tidak bakal hujan. Aku sudah persiapkan kabel hotsynch untuk copy posting-posting yang sudah aku buat di ipaq. Tapi.....sesampai di Multiplus, ternyata internet sedang down...
....gagal maning....gagal maning....

[+]Click to Read More...[+]


Thursday, March 1, 2007

About

Ini adalah blog tempat saya menulis mengenai hal-hal yang menarik perhatian saya. Tulisan-tulisan di blog ini agak melebar ke berbagai hal, karena minat saya memang beragam.

Terima kasih atas kunjungannya. Silakan menulis komentar.

Agus

[+]Click to Read More...[+]