Sunday, December 4, 2011

Kiat RSVP Bondan Winarno + Check and Recheck

"Sulitnya Mempraktekan Kiat RSVP Bondan Winarno" saya tulis di blog ini, Februari 2009. Bondan Winarno memberi resep menghadiri resepsi pernikahan dengan memplesetkan kata RSVP menjadi Rush in, Shake hand and Vanish Promptly. Kiat itu ditulis pada buku Seratus Kiat. Oktober lalu, saya mendapat undangan acara resepsi pernikahan di dua tempat pada jam yang sama. Dengan mempraktekan Kiat Rush in, Shake hand and Vanish Promptly yang dianjurkan Bondan Winarno, saya berhasil menghadiri ke dua acara tersebut.

Sekitar dua bulan ini saya banyak mendapat undangan acara walimah/resepsi pernikahan. Salah satunya bertempat di Klub Persada Halim Perdana Kusuma. Saya begitu yakin bahwa acara itu diselenggarakan hari ini, Minggu, 4 Desember '11, jam 11.00-13:00. Karena itu, jam 11:30 saya bersiap-siap menuju TKP. Sesampai di Jalan Halim Perdana Kusuma, saya agak heran, tidak tampak ada hiasan janur pintu gerbang seperti lazimnya acara pernikahan. Lebih mengherankan lagi, Satpam menghampiri saya dan bertanya ada keperluan apa? Setelah saya jawab, Satpam itu mengatakan, hari ini tidak ada acara resepsi di Klub Persada Halim Perdana Kusuma..... Setelah saya baca lagi di undangan, ternyata acaranya minggu depan, 11 Desember '11......

Sebelumnya saya pernah mengalami hal yang hampir serupa. Saya mendapat undangan dari teman kantor untuk menghadiri acara resepsi pernikahan di Gedung Aneka Tambang, pada suatu hari Minggu di tahun yang lalu. Saya juga yakin bahwa acara itu diselenggarakan hari Minggu, jam 11.00-13:00. Sewaktu tiba di Gedung Aneka Tambang, saya lihat sudah banyak sekali tamu yang datang. Sesuai kiat RSVP Bondan Winarno, setelah berhasil Rush in, saya ingin langsung Shake hand. Tetapi keinginan saya terhalang antrian panjang tamu-tamu yang juga ingin menyalami mempelai. Karena itu, saya memilih untuk mengambil makanan dulu sambil menunggu usainya antrian panjang itu. Setelah menikmati beberapa hidangan, saya bergabung dengan antrian untuk menyalami mempelai. Saya terkejut, ternyata baik mempelai maupun keluarganya tidak ada satupun yang saya kenal. Karena sudah terlanjur, saya teruskan saja menyalami mereka. Esok harinya, saya baca di undangan, acara resepsi memang di Gedung Aneka Tambang, tetapi pada hari Minggu jam 19:00-21:00, bukan jam 11.00-13:00.

Jadi ternyata Kiat RSVP Bondan Winarno perlu ditambah satu kiat lagi, yaitu Check and Recheck.

Read more

Saturday, October 8, 2011

Mengibarkan Sindo Radio dan Mengubur Trijaya FM

Tidak ada lagi terdengat jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......" ataupun sapaan "....Profesional muLogo Trijaya.jpgda...", meskipun dial radio saya set di 104.6 FM. Memang masih terdengar suara penyiar yang sama di acara yang sama. Masih ada suara Latief Siregar di acara "Polemik". Juga masih ada Doddy Tatipang, Dennis Irawan dan lain-lain. Yang beda, sering terdengar ucapan selamat dari sejumlah politisi, pejabat pemerintah hingga menteri atas mengudaranya Sindo Radio. Seolah Sindo Radio ini adalah radio baru yang menempati frekuensi milik Trijaya FM. Yang lain lagi jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......" berganti jadi "Saya dengar di Sindo Radio". Sapaan "..Profesional muda.." juga berubah jadi "...pendengar Sindo...". Iya, mulai Minggu 11 September 2011 Radio Trijaya ganti nama menjadi Sindo Radio.

Konon kata William Shakespeare "Apalah arti sebuah nama?". Meskipun begitu, dikalangan masyarakat kita masih ada praktek mengganti nama. Yang sederhana, seorang anak yang sering sakit-sakitan, namanya diganti karena nama yang lama dianggap "berat". Tampaknya pemilik Trijaya FM eh, Sindo Radio juga tidak sependapat dengan Shakespeare. Semula saya pikir pemilik Trijaya menganggap nama Trijaya tidak lagi membawa hoki. Atau apakah mereka menganggap bahwa para pendengarnya sudah beranjak tua dan tidak pantas lagi disapa "....Profesional muda..." ?. Atau, ada hubungannya dengan Peter Gontha, Bimantara, dan Bambang Triatmojo atau dengan Hary Tanoesoedibjo?

Tetapi menurut berita Okezone.com, perubahan ini adalah "....upaya membangun kerja sama antara media di bawah Grup MNC Media. Nantinya Sindo Radio akan bersinergi dengan Koran Seputar Indonesia, Sindo TV dan Sindonews.com. Tentu, sinergi ini diharapkan akan memperkokoh Sindo Radio sebagai sumber informasi terpercaya" kata Station Manager Sindo Radio, Eddy Koko. Jadi rupanya pemilik/manajemen MNC Group menganggap nama Trijaya kurang pas untuk bersinergi dengan anak-anak perusahaan Grup MNC lainnya.

Radio Trijaya FM sudah lama mengudara. Menurut wikipedia sejak tahun 1985, sedang menurut SWA sejak 1971. Waktu yang cukup lama untuk membuat nama Trijaya FM menjadi sangat akrab di benak para "Profesional muda" (kata yang selalu dipakai para penyiar Trijaya untuk menyapa pendengar). Mungkin saja ada banyak pendengar Trijaya alias para "Profesional muda" yang masih enggan menghapus nama Trijaya dari pikiran mereka. Saya sendiri lebih senang menyebut nama radio ini Trijaya FM dari pada Sindo.

Sepertinya pemilik Sindo menyadari perlunya upaya untuk memasyarakatkan nama baru dan menghapus nama lama. Penyiaran berulang kali ucapan selamat dari sejumlah politisi, pejabat hingga menteri itu adalah upaya mengibarkan nama Sindo Radio dan mengubur nama Trijaya FM. Jadi pada beberapa waktu yang akan datang, di Trijaya FM eh, Sindo Radio kita masih akan sering mendengar: "....Saya ...bla..bla. bla... Ketua/Kepala/Direktut/Menteri/...bla..bla. bla... mengucapkan selamat atas hadirnya Sindo Radio. Semoga Sindo ...bla..bla. bla....bla..bla. bla....bla..bla. bla..."

Apakah mereka akan berhasil? Kita lihat saja.

Read more

Monday, September 26, 2011

Setting up Davmail for Multiple Exchange Server

My company is using Microsoft Exchange Server. Therefore my corporate email can only be accessed using Microsoft Oulook or using Web browser. Because the Microsoft Oulook is installed in my office computer, I have to use Web browser to read the email when I am not in the office. I do not like reading email on Web browser. Therefore I use Davmail, a software created by Mickaël Guessant. DavMail is a gateway allowing users to use any mail client (e.g. Thunderbird ) with an Microsoft Exchange server.

Recently, my other email service provider which formerly using IMAP4 protocol moved to Microsoft Exchange Server. Then, I tried to find how to configure Davmail to access these two emails accounts which are on different Exchange servers. Unfortunately, as I read in Davmail archive forum, Davmail has not support multiple accounts on different Exchange server with one DavMail interface.

Today I read on Davmail FAQ, it is possible to run multiple instances of DavMail. The instruction is not so clear for me. Thanks God, after the trials and errors below, I can access both emails accounts with two DavMail gateways run on my computer.

The following instruction is about how to configure the second gateway properties, to enable Davmail to access two emails accounts from different Microsoft Exchange Server. Before begining, please make sure the Davmail run on your computer. About how to install Davmail, please follow instruction on Davmail website.

1. Go to START Menu and click RUN

davmail 1.jpg

2. Type davmail server1.properties and click OK

davmail 2.jpg

3. After Davmail setting window poped up, fill the url with the your second email OWA Exchange url. Then change the ports numbers. Your second email ports numbers have to be different with your existing Davmail gateway ports.

davmail 4a.jpg

4. Open your email client (I use Thunderbird. Davmail can work for almost any email client). Go to Tools>Account Setting. Configure your second email server setting. As usual, fill "localhost" as server name. Then, change the ports number. Make sure the ports number in your second email client and the the ports number in Second Davmail Interface are same

davmail 6.jpg

5. Now, you will see two DavMails icons.

davmail 8.jpg

6. To check the settings, try to retrive mails of your existing and the your Second email accounts. If you follow above instruction correctly, you will be able to access both emails accounts.

Note: Only the existing Davmail gateway run automaticaly. when you start your windows. You need to run the second Davmail gateway manually. Go to START Menu, click RUN, type davmail server1.properties and click OK

Thank you for Mickaël Guessant who created this great software.

Read more

Tuesday, September 6, 2011

"Bokek" di Waktu Lebaran

Cash is King. Saya tidak membantahnya. Tapi selama cuti bersama Idul Fitri kemarin, seolah saya dipaksa menegaskan pengakuan bahwa Cash is King. Seperti para penghuni "kuadran E" alias "karyawan" pada umumnya, menjelang lebaran saldo rekening tabungan saya memang bertambah, karena dapat THR. Tetapi selama libur cuti bersama kemarin bertambahnya saldo rekening bagi saya hanyalah angka yang tidak ada gunanya, karena tidak bisa saya gunakan. Supaya uang tunai yang tersisa di dompet masih cukup untuk bertahan selama libur cuti bersama Idul Fitri, saya terpaksa menjalankan program tight money policy :)

Sejak punya kartu ATM, saya jarang memegang uang tunai dalam jumlah banyak. Uang tunai yang ada di dompet saya paling-paling hanya untuk pengeluaran normal selama empat hari atau kurang. Bahkan dengan semakin banyak dan makin tersebarnya ATM, dan juga makin banyaknya tempat belanja yang menerima pembayaran dengan cara debit melalui kartu ATM, saya makin kurang memperhatikan persediaan uang tunai di dompet.

Tanggal 29 Agustus 2011, dua hari menjelang hari Idul Fitri versi pemerintah, kartu ATM Bank Mandiri saya terblokir. Saya memang keliru memasukkan PIN waktu mau mengambil uang tunai di sebuah ATM Bank Mandiri. Sepertinya Bank Mandiri mempunyai prosedur pengamanan standar dengan cara memblokir kartu ATM nasabah yang beberapa kali keliru memasukkan PIN.

Saya segera melaporkan terblokirnya kartu ATM saya ke Call Center Bank Mandiri (14000). Saya berharap Call Center Bank Mandiri dapat mengaktifkan kembali kartu ATM saya (setelah melalui verifikasi, tentunya). Saya sungguh mengharapkan hal ini, karena Bank tidak ada yang buka mengingat saat ini sudah memasuki masa cuti bersama Idul Fitri. Namun menurut Staf Call Center Mandiri (Bapak Umar), untuk membuka blokir, saya harus ke kantor cabang Bank Mandiri. "Bisa di semua Cabang Bank Mandiri. Tidak harus di Cabang tempat membuka rekening". jelas Pak Umar. Tetapi........kantor cabang Bank Mandiri baru akan buka kembali tanggal 5 September, katanya. :(.

Jadilah lebaran kali ini sebagai lebaran bokek buat saya. Saya benar-benar harus berhati-hati dalam pengeluaran, supaya uang tunai yang tersisa di dompet masih cukup untuk bertahan sampai tanggal 5 September 2011.

Tadi siang 5 September 2011, saya ke kantor Bank Mandiri yang di dekat kantor Imigrasi di jalan Warung Buncit. Setelah menunggu antrian selama lebih dari setengah jam (karena hanya ada satu Customer Service), saya menceritakan kepada Customer Service (Ibu Rika) bahwa kartu ATM saya terblokir sejak 29 Agustus 2011. Ibu Rika menjelaskan bahwa Bank Mandiri ada program weekend banking yang buka pada Sabtu dan Minggu. Antara lain di Mal Pondok Indah. Jadi sebetulnya Sabtu kemarin saya sudah bisa memakai kartu ATM lagi, tanpa harus menunggu hari Senin tanggal 5 September 2011. Saya heran, kenapa Call Center Mandiri (Bapak Umar) tidak memberi tahu saya mengenai weekend banking ??? :(

Read more

Wednesday, August 31, 2011

Ketika Yang Haram dan Yang Wajib Menjadi Satu

Hari ini, 30 Agustus 2011 puasa diyakini sebagai suatu yang wajib oleh sebagian Muslim di Indonesia, namun hari ini puasa juga diyakini sebagai sesuatu yang haram oleh sebagian Muslim lainnya. Hari ini, 30 Agustus 2011 masih bulan Ramadhan bagi sebagian Muslim di Indonesia, namun hari ini juga hari Idul Fitri bagi sebagian Muslim lainnya. Muslim diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan tetapi diharamkan berpuasa pada hari Idul Fitri.
Organisasi-organisasi besar Islam tidak ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1432 H. Namun sepakat mengenai awal Ramadhan, ternyata tidak berarti sepakat juga mengenai akhir Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, akhirnya sebagian Muslim di Indonesia merayakan Idul Fitri tanggal 30 Agustus 2011, sebagian lagi masih terus berpuasa pada hari tersebut dan merayakan Idul Fitri tanggal 31 Agustus 2011.
Meskipun demikian, kepada Anda yang sedang membaca posting ini, kepada pengunjung blog ini, kepada penulis-penulis komentar di blog ini (yang sebagian besar mengaku sebagai Anonymous), kapanpun Anda mengakhiri bulan Ramadhan, saya mengucapkan selamat Idul Fitri. Semoga Allah menerima ibadah kita. Mohon maaf, lahir dan batin. Mohon maaf juga jika ada tulisan di blog ini yang menyinggung perasaan Anda.

Read more

Sunday, August 28, 2011

Menginap di Hotel " With Moslem Atmospher"

Kalau ke Bandung, biasanya saya lebih suka menginap di daerah utara. Dago atas, misalnya. Hal ini karena di sini masih lumayan sejuk, dan masih enak buat lari-lari pagi. Saya kira, Anda juga dapat merasakan bahwa Bandung tidak lagi sesejuk di waktu-waktu lalu.

10 Agustus '11 saya ke Bandung, tapi karena ini bulan Ramadhan, saya tidak berencana lari-lari pagi. Lagi pula, tempat kerja saya kali ini di selatan, sekitar jalan Moh. Toha. Jadi saya tidak mencari Hotel di Bandung utara. Yang saya perlukan adalah hotel yang menyediakan sahur dan berdekatan dengan tempat kerja saya.

Setelah searching di Google, saya ketemu nama Hotel Lingga di jalan Sukarno Hatta. Satu yang menarik, hotel ini menyebut dirinya: "For Everyone Who Desire Moslem Atmospher". Jadi saya boleh berharap hotel Lingga ini menyediakan sahur. Sewaktu saya telpon, receptionist mengatakan hotel ini memang menyediakan sahur. Selain itu, kebetulan sekali, selama Ramadhan Hotel Lingga memberi diskon tarif 30%.

Rabu sore, diantar seorang teman, setelah menyusuri Jalan Sukarno Hata dan menengok ke kiri dan ke kanan :) akhirnya kami melihat papan nama Hotel Lingga, di dekat Jalan Cijagra. Tapi kami masih harus terus ke persimpangan Jalan Buah Batu untuk berputar arah, karena Hotel Lingga terletak di kanan jalan kalau kita dari arah Jalan Moh. Toha.10082011.jpg

Saya mendapat kamar di lantai 2. Karyawan Hotel Lingga mengantarkan saya melalui koridor yang dihias dengan ornamen berbentuk kubah. Saya mendapat kamar no 212. Wah, jadi ingat "Wiro Sableng" :). Kamarnya cukup lega dan bersih. Lantainya tanpa karpet. Pendingin udaranya tidak tampak baru, tapi berfungsi baik dan tidak berisik. Di dekat jendela ada sofa dan meja yang di atasnya ada air mineral, pemanas air dan juga teh dan kopi buat yg suka menikmati kopi atau teh hangat.10082011(002).jpg Di dinding kamar juga ada ornamen berbentuk kubah.

Mungkin Ornamen berbentuk kubah ini dimaksudkan untuk memperjelas Moslem Atmospher yang jadi tag line Hotel Lingga. Tetapi ornamen berbentuk kubah ini membuat saya jadi ingat Masjid Salman di ITB yang tidak berkubah. Konon, waktu Presiden Soekarno bertanya, mengapa Masjid Salman tidak berkubah, Sang Arsitek, Ir. Achmad Noe'man menjawab, bahwa dalam Islam yang penting adalah "api" nya. Di majalah Housing Estate Edisi Agustus 2011, Ir. Achmad Noe'man menjelaskan tentang disain Mesjid Salman yang tanpa kubah "....Bentuknya tidak mencontek dari mana-mana. Saya berijtihad tanpa kubah karena memang tidak ada tuntunannya dalam Al Quran".

Sewaktu mandi, air hangat di shower mengalir lancar. Exhaust fan juga berfungsi baik. Tapi sayang agak berisik.

Menjelang waktu berbuka, ada yg mengetuk pintu. Ternyata roomboy Hotel Lingga mengantarkan jus buah. "Untuk buka puasa." katanya.

Sekitar jam 3 pagi, telpon berdering, Staf Hotel Lingga memberitahu bahwa sahur sudah siap. Biasanya di Jakarta saya sahur setelah jam 3:30, tapi saya khawatir waktu Imsak di Bandung lebih cepat dari Jakarta. Karena itu saya segera Ke cofee shop. Ternyata di sana sudah ada antrian panjang para tamu yang mau makan sahur.

Biasanya saya selalu menyantap buah-buahan sebelum makan nasi. Tetapi karena ikut antrian, saya terpaksa membalik urutan ini. Saya lihat ada beberapa tamu Hotel Lingga yang membawa makanan untuk disantap di kamar, karena tidak kebagian tempat duduk. Untunglah setelah selesai antri, saya mendaCC000161.jpgpat tempat duduk yang kosong.

Semula saya hanya berencana menginap 2 malam. Tetapi karena ada pekerjaan tambahan, saya harus menginap semalam lagi di Bandung, tetapi saya lupa memberi tahu Front Office. Akibatnya, Jumat pagi Staf Hotel Lingga mengatakan sudah ada calon tamu yang memesan kamar saya. Staf Hotel Lingga menjelaskan, saya tidak harus pindah hotel, tetapi kemungkinan harus pindah kamar, dan roomboy akan memindahkan barang-barang saya. Namun kemudian ternyata Staf Hotel Lingga berhasil mengusahakan supaya saya tidak perlu pindah kamar.

Secara umum saya cukup puas menginap di hotel Lingga. Staf Hotel Lingga ramah dan sangat membantu. Hanya ada sedikit yang saya pikir perlu dilengkapi. Saya tidak menemukan ada sejadah di kamar. Sebagai hotel yang memakai tag line "For Everyone Who Desire Moslem Atmospher", saya pikir sejadah seharusnya jadi perlengkapan standar Hotel Lingga. Saya juga tidak menemukan sandal di kamar. Semoga di waktu yang akan datang lebih baik

Read more

Sunday, July 17, 2011

Ass = Assalamualaikum?

"Ass. bagaimana kabarnya?". "Ass. W.W. Tolong .........". " Ass. Sy sdh email.........". Demikian beberapa SMS yang pernah masuk ke ponsel saya. Saya memahami bahwa pengirim SMS-SMS ini ingin mengucapkan "Assalamualaikum".

Saya juga memahami bahwa "Assalamualaikum" adalah sebuah ucapan salam yang mengandung doa. Sedangkan kata "Ass", setahu saya lebih banyak dipakai untuk kata-kata vulgar dan untuk memaki. Jadi saya agak geli membaca SMS yang memakai kata "Ass" untuk menyingkat ucapan "Assalamualaikum".

Sesuai namanya, SMS memang dimaksudkan sebagai sarana menyampaikan pesan singkat (dibatasi sampai 160 karakter/SMS). Tentu tidak salah, jika pengirim SMS juga menyingkat kata-kata dalam SMS. Tetapi alangkah baiknya jika kata ucapan "Assalamualaikum" yang begitu indah disingkat dengan memakai singkatan yang tidak mudah diasosiasikan dengan kata-kata vulgar atau kata makian.

Bagaimana kalau "Assalamualaikum" kita singkat dengan "Aslmkm"? Atau anda punya saran yang lebih bagus?

Read more

Wednesday, June 22, 2011

Dilarang SMS dan Menelpon

Sejak Kamis, 16 Juni 2011 Indosat tidak mengijinkan saya kirim SMS apalagi untuk menelpon melalui ponsel. Ini bukan karena ponsel ini dicurigai pernah dipakai untuk mengirim SMS gelap dari tempat yang gelap dan dari hati yang gelap. Bukan pula karena ponsel ini dicurigai pernah dipakai untuk mengirim SMS atas nama "Mr. A".
Indosat tidak mengijinkan saya kirim SMS dan menelpon, karena saya memang belum membayar tagihan Matrix. Untunglah Indosat masih "berbaik hati" mengijinkan saya untuk menerima telepon dan menerima SMS. Namun mungkin karena "kebaikan hati" itu, saya jadi lupa membayar tagihan Matrix sampai Senin malam 20 Juni 2011. Padahal saya ada tugas ke Bandung besoknya, 21 Juni 2011 dan akan banyak memakai ponsel. Mengingat hari sudah malam, saya berencana membayar tagihan melalui ATM pagi besok sebelum ke Bandung.
Pagi hari 21 Juni 2011, jam 06:45, sambil menunggu keberangkatan Cititrans, saya ke ATM Mandiri di Pasar Festival untuk membayar tagihan Matrix. Namun di layar ATM muncul kalimat bahwa tagihan sudah dibayar dan belum ada tagihan baru. Wah, siapa yang berbaik hati membayarkan tagihan Matrix saya?
Untuk memastikan bahwa tagihan Matrix saya sudah dibayar, saya mencoba mengguanan ponsel ini untk menelpon, tetapi ternyata masih tidak bisa. Karena itu saya menelpon Indosat melalui telepon umum -sebuah sarana milik PT Telkom yang sudah lama saya abaikan, tapi ternyata begitu berguna saat dibutuhkan-. Jawaban dari Indosat, tagihan Matrix saya belum dibayar, dan saya disarankan mencoba ATM lain.
Add caption
Sesuai saran Indosat saya ke ATM BCA, tapi sayang ATM BCA di Pasar Festival sedang rusak. Terpaksa ponsel ini belum bisa dipakai kirim SMS apalagi untuk menelpon. Padahal saya perlu menghubungi beberapa rekan yang juga sedang dalam perjalanan ke Bandung.
Sesampai di Bandung, saya segera mencari ATM BCA untuk membayar tagihan Matrix. Ternyata di layar ATM BCA muncul kalimat: "Maaf, kode pembayaran yang anda masukkan sudah lunas". Jadi dua ATM dua Bank yang berbeda, di dua kota yang berbeda mengatakan bahwa saya sudah melunasi tagihan Matrix. Namun ponsel saya tetap tidak bisa dipakai telpon dan SMS......
Read more

Friday, May 20, 2011

(Not) Every Generation Blames the One Before

Sekitar tahun 2000, seorang Satpam di kantor saya mengeluh : "Buat apa sih pake reformasi reformasi segala?! Apa apa jadi mahal. Kita-kita jadi susah.". Waktu itu saya tidak setuju dan kurang senang mendengar keluhan dia. Maklum, saya sedang kena euforia reformasi. Waktu itu saya juga mengira, orang-orang yang berpendapat seperti Satpam di kantor saya ini jumlahnya tidak banyak.
Baru sekarang saya menyadari bahwa jumlah mereka tidak sedikit. Ini terlihat dari hasil survei Indo Barometer bahwa mayoritas publik menganggap Orde Baru lebih baik (40,9%) daripada Orde Reformasi sekarang ini (22,8%). Ternyata Not Every Generation Blames the One Before...
survei indo barometer.jpg
Bukankah indikator-indikator ekonomi makro menunjukkan hal-hal yang positif? Bukankah indeks IHSG meroket? Bukankah mal-mal dan tempat belanja moderen bertebaran dan selalu ramai? Bukankah sekarang kita jauh lebih bebas mengemukakan berpendapat dan bahkan mengkritik pemerintah? Bukankah ini bisa di"claim" sebagai keberhasilan reformasi dan keberhasilan pemerintahan sekarang?
Suka atau tidak suka, kita terpaksa menerima, bahwa hal-hal positif tersebut bukanlah yang jadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat kita (dengan asumsi hasil survei Indo Barometer itu memang benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya).
Lalu, apa yang jadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat kita? Mudah-mudahan Indo Barometer segera membuat survey untuk menemukan jawabannya.
Read more