Wednesday, January 1, 2020

(Un)Happy New Year..!

Setahun yang lalu, pergantian tahun 2018 ke 2019 dilingkupi duka. Beberapa hari sebelumnya, saudara-saudara kita tertimpa musibah bencana Tsunami yang meluluhlantakkan kawasan Selat Sunda.

Saat itu, Pemerintah mengeluarkan imbauan agar tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Masyarakat diimbau tidak melaksanakan kegiatan seperti pawai kendaraan, pesta kembang api atau petasan, panggung hiburan malam. Masyarakat diajak melakukan kegiatan positif seperti memberikan bantuan sosial terhadap saudara yang tertimpa musibah bencana tsunami di Selat Sunda.Pada waktu menjelang pergantian tahun tanggal 31 Desember 2019, memang tidak ada imbauan seperti itu. Bahkan, suasana euforia pemerintah baru masih terasa.

Cuaca mendung dan hujan pada malam pergantian tahun tanggal 31 Desember 2019. Saya memutuskan untuk tidur. Saya sedang tidak tertarik mendengar tiupan terompet, dan dentuman petasan. Saya sedang tidak tertarik menyaksikan sinar kembang api menghiasi langit Jakarta. Saya sedang tidak ingin bergabung dengan orang orang yang mengungkapkan kegembiraan di saat pergantian tahun. ….I get older, new year aint fun anymore….

Ketika saya terbangun, tahun 2019 sudah usai dan berganti dengan tahun 2020. Hujan lebat masih mengguyur Jabodetabek. Di televisi diberitakan, sejumlah wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang dilanda banjir; di Bogor hujan deras menyebabkan tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa; Landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur tergenang banjir sehingga terpaksa ditutup; Sejumlah ruas jalan di Jabodetabek terendam dan tidak dapat dilewati kendaraan.

Menurut beberapa warga yang tempat tinggalnya sering dilanda banjir, banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya.

(Un)Happy New Year..!


Sunday, December 29, 2019

Ibu Ingin Melahirkan Di Tengah Kemacetan?


KOMPAS TV pada Minggu tanggal 28 Desember 2019 memberitakan mengenai empat anggota Polres Cimahi yang mengawal seorang Ibu yang hendak melahirkan menembus kemacetan di Lembang, Kabupaten Bandung. Judul berita  yang dituliskan pada layar TV adalah: POLISI BANTU IBU YANG INGIN MELAHIRKAN DI TENGAH KEMACETAN 

Silakan perhatikan kata "INGIN" di kalimat di atas. Apakah benar, sang Ibu memang berkeinginan untuk melahirkan bayi nya di tengah kemacetan lalu lintas? Saya rasa semua ibu ingin kepastian  bayi yang dilahirkannya selamat dan sehat. Jadi tidak ada satu orang ibu pun yang berkeinginan untuk melahirkan bayi nya di tengah kemacetan lalu lintas.

Bukankah lebih tepat kalau di kalimat di atas kata "INGIN" diganti dengan kata "AKAN"? Dengan demikian kalimat di atas menjadi POLISI BANTU IBU YANG AKAN MELAHIRKAN DI TENGAH KEMACETAN 

Saturday, December 28, 2019

Oreo for My Dinner

Oreo bukan hanya nama Sistem Operasi Android. Oreo juga bukan hanya untuk diputar, dijilat dan dicelupin.
Ketika suatu malam, hujan tidak henti hentinya.... Ketika tak ada nasi atau roti yang bisa saya makan..... Ketika saya sudah hampir tidak kuat lagi menahan lapar. Akhirnya sebungkus Oreo dan sekotak jus kacang hijau ABC jadi penyelamat saya dari rasa lapar malam itu. 

 


Sunday, December 22, 2019

Nasi Pecel, Kembang Turi, dan Gigi Retak

Nasi pecel adalah salah satu makanan favorit saya. Di kantin kantor saya ada menu nasi pecel yang lengkap dengan sayuran kembang turi. Jarang sekali saya menjumpai penjual nasi pecel yang menyediakan kembang turi, terutama di Jakarta. Kembang turi juga memancing sedikit nostalgia saya. Di waktu saya masih anak-anak. Almarhumah Ibu sering memasak kembang turi yang Ibu petik dari pohon turi di halaman rumah kami. 
Suatu pagi, sewaktu sarapan nasi pecel di kantin itu, tiba-tiba saya merasa gigi geraham saya menggigit sesuatu yang keras. Dan.... saya mendengar bunyi "krak..!". Sesudah itu, saya menyadari, satu gigi geraham atas saya retak karena beradu dengan sebutir kerikil. Saya tidak tahu, dari mana asal kerikil keparat ini. Mungkin dari bumbu kacang atau dari tempe goreng di nasi pecel ini.
Saya terpaksa ke  dokter gigi. Saya katakan terpaksa, karena saya termasuk orang yang takut ke dokter gigi. Selain itu, kantor saya sudah tidak lagi bekerja sama dengan Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, sedangkan dokter gigi langganan saya, drg. Nirwan Lubis praktek  di RS tsb. Jadi biaya dokter gigi ini tidak diganti oleh kantor saya.
Sewaktu saya cerita penyebab gigi saya retak, drg. Nirwan Lubis tersenyum-senyum. Gigi saya ditambal sementara dahulu. "Kita tunggu seminggu sampai sepuluh hari. Kalau tidak ada rasa sakit, baru ditambal permanen" Kata drg. Lubis.
Saya kembali ke drg. Lubis dua minggu kemudian,  dan gigi geraham yang retak itu  ditambal permanen. Setelah selesai, drg. Nirwan Lubis menasehati saya untuk berhati hati waktu makan. Ada satu yang menarik.  drg. Nirwan Lubis juga menasehati untuk hati hati makan kerupuk. Katanya, kerupuk bantat (Kerupuk yang adonannya tidak merata, sehingga ada butiran butiran yang keras di dalamnya) juga dapat  membuat gigi retak. Saya  baru tahu,  kerupuk bisa mengalahkan gigi. Untung saya tidak suka makan kerupuk.
Sejak kejadian itu, saya tidak lagi makan nasi pecel di kantin itu.
(Foto dari Wikipedia).



 

Thursday, December 12, 2019

Dilarang Memotong Jalan


Foto di atas saya ambil tadi siang di JalanThamrin di depan Plaza Indonesia dekat bundaran HI, Jakarta. 
Dengan alat apa kita bisa memotong jalan? Gergaji , kapak , golok, atau pisau roti?  😍😃😄


Sunday, November 10, 2019

Rompi Untuk Shalat

Rompi untuk salat? Mengapa shalat perlu pakai rompi?  Pernahlah Anda  melihat seseorang yang bagian bawah punggungnya menjadi terbuka sewaktu sujud?  Seperti kita ketahui, salah satu syarat sah melaksanakan ibadah shalat adalah menutup aurat (antara pusar s/d lutut, untuk laki-laki). Bagi sebagian orang, kadang tidak mudah untuk mencegah bagian bawah punggungnya menjadi terbuka sewaktu sujud.  Mungkin karena tubuhnya jangkung atau perut yang gendut. Mungkin juga karena bajunya (biasanya T-shirt) yang pendek.Saya mengapresiasi Mushola di Mal Pondok Indah 2 yang menyediakan rompi seperti foto di atas. Dengan memakai rompi masalah tersebut di atas dapat dicegah.

Saturday, April 6, 2019

Mengatasi Masalah "Low Storage" di Windows 10

Suatu hari, beberapa program seperti MS Word, MS Outlook, dll.  tidak bisa lagi dijalankan di Laptop saya (ooopss... maksud saya, laptop kantor yang dipinjamkan kepada saya, Lenovo ThinkPad, Windows 10). Tentu saja hal ini menghambat kelancaran pekerjaan saya.
Beberapa saat kemudian,  saya lihat di display laptop muncul warning bahwa Laptop ini mengalami "Low Disk  Space" atau "low storage". .
Low Disk Space

Kalau dilihat di bagian "Setting", indikasi Storage Drive C yang biasanya  berwarna biru  menjadi berwarna kuning, dan ruang yang masih free hanya tinggal beberapa MB. Sepertinya masalah "Low Disk Space" ini yang menyebabkan beberapa program (MS Word, MS Outlook, dll.)  tidak bisa dijalankan.
Semula saya mengira, hardisk saya penuh, karena terlalu banyak Temporary Files, tetapi ternyata Temporary Files di Laptop ini hanya sedikit. Jadi bukan  Temporary Files yang jadi penyebab penuhnya hardisk drive C di Laptop ini. Saya juga sempat ingin memperbesar kapasitas Drive C, tetapi tidak jadi, karena saya khawatir akan menyebabkan beberapa program terhapus.
Sesudah searching  sana-sini, saya ketemu  tulisan di  www.laptopmag.com "Hard Drive Full? Here's How to Save Space in Windows 10".  Petunjuk yang diberikan di tulisan tersebut adalah agar  menghapus files-files besar yang tidak lagi kita perlukan. Ini caranya:

  1. Di Windows Exploler, masuk ke "This PC"
  2. Klik drive C.
  3. Pada Tab View, klik "Details"
  4. Pada "Search Box" ketik "size:", kemudian klik "Gigantic".  Pada tampilan di bawah, terlihat bahwa file-file "rakasasa" di Laptop saya, hampir semunya dari Kapersky Antivirus.  Sepertinya Kapersky Antivirus secara periodik mendownload file-file berukuran"rakasasa" ke Laptop saya. 
Gigantic Files


Sesaat saya ragu-ragu untuk menghapus file-file itu. Saya khawatir tindakan itu akan mengurangi kinerja Kapersky Antivirus dalam melindungi Laptop saya. Tetapi kemudian  saya menganggap, Kapersky Antivirus seharusnya hanya memerlukan file-file terbaru saja. Jadi file-file lama sudah dapat dihapus (tetapi saya tetap tidak mengerti, mengapa Kapersky Antivirus  tidak menghapus sendiri file-file lama yang sudah diperbaharui itu?)
Akhirnya saya memutuskan untuk  menghapus sebagian file-file "rakasasa"  itu, dan saya menyisakan hanya file-file yang didownload Kapersky Antivirus selama 3 bulan terakhir. Saya yakin, Anda semua sudah tahu caranya (sort di "Date Modified", kemudian hapus semua file "rakasasa" yang lebih dari tiga bulan)..
Hasilnya, indikasi Storage Drive C kembali berwarna biru, Ruang yang free di Hardisk juga kembali t lega. Dan yang paling penting, semua program termasuk MS Word, MS Outlook, dll. bisa dijalankan kembali dengan lancar. Yang juga penting, saya tidak merasakan berkurangnya kemampuan Kapersky Antivirus dalam melindungi Laptop saya.