Saturday, January 23, 2016

Cabut Angin, Sebuah Pengobatan Alternatif Kalimantan

Kerokan adalah cara pengobatan masuk angin yang lazim di kalangan orang Jawa. Media/alat untuk Kerokan biasanya adalah logam bulat (biasanya uang logam). Badan yang dikerok (biasanya punggung) terlebih dahulu diberi minyak kelapa . Dahulu saya pernah kerokan, sekarang tidak pernah lagi. Saya benci dengan bekas merah di kulit akibat kerokan, dan saya juga tidak percaya bahwa angin bisa masuk ke dalam badan kita. Saya lebih memilih pengobatan medis dan berolahraga untuk menjaga kesehatan.
Meskipun saya lahir di Kalimantan, saya belum pernah mengetahui adanya pengobatan alternatif yang namanya Cabut Angin. Sewaktu ke Banjarmasin seminggu yang lalu, saya baru tahu ada pengobatan masuk angin yang namanya Cabut Angin dari Ibu saya. Sedangkan Ibu saya mendapat informasi mengenai cara pengobatan ini dari seorang sahabat beliau.
Berbeda dengan kerokan yang mudah dilakukan setiap orang, konon hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukan pengobatan Cabut angin. Media/alat yang digunakan Cabut angin adalah kunyit (orang Banjarmasin menyebutnya Janar). Cabut angin dilakukan dengan menekan potongan kunyit ke badan pasien (biasanya bagian punggung, atau pinggang).
Ibu saya mencoba pengobatan ini. Beliau mengaduh-aduh kesakitan waktu si pengobat Cabut Angin menekan potongan kunyit itu ke bagian tertentu di punggung dan pinggang nya, padahal sepertinya potongan kunyit itu tidak ditekan dengan keras. Tetapi setelah cabut angin selesai, Ibu mengatakan, badannya terasa nyaman.

3 comments:

You can use HTML tags.