Usai Idul Fitri, MetroTV menyiarkan dialog dengan nara sumber Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc dan seorang ulama yang saya lupa namanya (mohon maaf). Salah satu dialog mereka menyinggung pemahaman sebagian umat Muslim tentang Lailatul Qadar. Dicontohkan tentang kebiasaan begadang mengharapkan ketemu sang Lailatul Qadar. Lengkap dengan mbawa rantang dan teko. Bahkan diceritakan tentang orang-orang yang setiap malam di akhir Ramadhan berjalan menyusuri sungai berharap akan melihat cahaya terang yang ajaib tiba-tiba turun dari langit.
Menurut Syafii Antonio dan ulama tersebut, mencari Lailatul Qadar seharusnyan dilakukan dengan giat membaca Al Quran di malam-malam Ramadhan. Jika dari membaca dan mempelajari Al Quran, sesorang memperoleh inspirasi dan pencerahan yang mengubah hidupnya, maka dia telah mendapat semalam yang lebih baik dari seribu bulan. Pendapat kedua ulama ini buat saya sungguh menarik. Saya suka dengan pendapat ini, meskipun saya tidak kompeten untuk mengatakan pendapat inilah yang seharusnya diikuti. Semoga ada ulama yang mau berkomentar soal ini.


