Sunday, August 4, 2013

Ramadhan Bukan (Hanya) Bulan Puasa

Sejak menjelang bulan Ramadhan, tentu kita sering mendengar dan bahkan mendapat ucapan "Selamat menjalankan ibadah puasa.". Saya juga demikian. Tetapi saya lebih suka mengucapkan "Selamat menjalankan ibadah Ramadhan." . Menurut saya, di bulan Ramadhan, umat Muslim bukan hanya diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan meningkatkan semua ibadah. Saya ingin sekali mengatakan bahwa ucapan "Selamat menjalankan ibadah puasa" bukan ucapan yang tepat. Di blog ini, saya juga pernah menulis ketidaksetujuan saya kepada mereka yang mengucapkan "Selamat membatalkan puasa!". Orang yang batal puasa, tidak pantas diberi ucapan selamat.

Di bulan Ramadhan, jamaah salat di masjid-masjid biasanya jadi lebih banyak.Jumlah jemaah salat tarawih, tidak jarang lebih banyak dari jemaah salat wajib. Di posting Ramadhan Bukan Bulan Suci saya menulis pendapat seorang Khatib salat Jumat, bahwa lebih banyaknya jumlah jemaah di masjid pada waktu salat Tarawih dibanding pada waktu salat wajib adalah bentuk salah kaprah. Menurut Khatib tsb., salat Tarawih bukan salat wajib dan tidak harus berjamaah. Penyelenggaraan salat Tarawih di rumah-rumah pejabat dan juga di hotel-hotel, menurut khatib ini, juga salah kaprah. Khatib mengkhawatirkan penyelenggaraan salat Tarawih di tempat-tempat tersebut mengaburkan makna dan tujuan salat tarawih dan ibadah Ramadhan.

Di bulan Ramadhan, umat Muslim juga diwajibkan menunaikan Zakat Fitrah, baik berupa makanan pokok, ataupun berupa uang tunai. Namun, menurut pembicara dari BAZNAS di Radio Elshinta tanggal 4 Agustus 2013, umat Muslim juga banyak yang menunaikan kewajban Zakat Maal (harta) dan zakat penghasilan pada bulan Ramadhan. Mungin ini karena anjuran meningkatkan semua ibadah di bulan Ramadhan. Kata pembicara dari BAZNAS tsb. hanya Zakat Fitrah yang wajib di bulan Ramadhan. Zakat penghasilan wajib dibayarkan setiap kali menerima penghasilan. Zakat Maal (harta) wajib dibayarkan setelah mencapai jumlah (nisab) dan waktu kepemilikan mencapai 1 tahun. Jadi tidak harus pada bulan Ramadhan.

Terlepas dari pendapat pembicara dari BAZNAS tsb., pada bulan Ramadhan lembaga-lembaga ZIS (Zakat, Infaq, Sadaqoh) justru makin gencar mengajak umat Muslim untuk menunaikan Zakat Maal (harta) dan zakat penghasilan (tidak hanya Zakat Fitrah). Kita dapat melihat banyaknya spanduk himbauan berzakat di banyak tempat dan munculnya gerai-gerai zakat pada bulan Ramadhan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga membayar zakat penghasilan pada bulan Ramadhan (24 Juli 2013) ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Jadi tidak dapat disalahkan kalau umat Muslim juga banyak yang menunaikan kewajban Zakat Maal (harta) dan zakat penghasilan pada bulan Ramadhan.

Dari fenomena ini, saya tergoda untuk menebak, bahwa kecederungan menunaikan Zakat Maal (harta) dan zakat penghasilan di bulan Ramadhan juga bentuk salah kaprah. Saya juga tergoda untuk menebak, bahwa ritme kesibukan kerja lembaga-lembaga ZIS akan seasonal, memuncak pada bulan Ramadhan dan rendah pada bulan-bulan lain. Semoga tebakan saya keliru, saya berharap pada bulan-bulan lain masih banyak umat Muslim yang menunaikan Zakat Maal (harta) dan zakat penghasilan. Saya berharap di luar bulan Ramadhan lembaga-lembaga ZIS tetap sibuk melakukan pemberdayaan warga fakir/miskin, dan tetap semangat mengubah mustahiq (orang miskin yang berhak dapat zakat) menjadi muzakki (orang yang wajib yang mengeluarkan zakat).

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan.

No comments:

Post a Comment

You can use HTML tags.