Thursday, April 15, 2021

Musnahnya Aset Negara dengan Sia sia.

Saya mengagumi Ibu Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, dalam banyak hal. Hanya satu yang saya tidak setuju dengan beliau. Yaitu kegiatan beliau menenggelamkan kapal kapal pencuri ikan yang tertangkap. Menurut saya, kapal kapal yang tertangkap itu seharusnya menjadi aset negara yang harus dimanfaatkan sesuai fungsinya. Kalaupun pemerintah merasa tidak punya sumber daya untuk mengoperasikan kapal kapal itu, pemerintah seharusnya menjualnya, sehingga menjadi pendapatan negara.
Pada tanggal 13 April 2021 yang lalu diberitakan mengenai pemusnahan barang barang impor ilegal dengan cara dirusak, sebagaimana terlihat pada tayangan televisi di bawah ini.


Di tengah tengah kesulitan ekonomi yang menimpa sebagian besar masyarakat kita, melambatnya pertumbuhan ekonomi dan terkurasnya kas negara di masa Pandemi Covid 19 ini, tidakkah tindakan pemusnahan barang barang impor ilegal ini merupakan suatu ironi?
Sebagaimana kapal kapal pencuri ikan yang tertangkap, menurut saya barang barang impor ilegal itu juga seharusnya menjadi aset negara, atau dijual untuk sedikit mengurangi terkurasnya keuangan negara.
Karena ini adalah barang barang impor ilegal, tentunya kewenangan ada pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sedangkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada dalam kewenangan Kementerian Keuangan, yaitu lembaga yang bertanggung jawab atas keuangan negara. Andaikan pejabat berwenang di lembaga ini peduli dan kreatif, tentu beliau dapat melakukan diskresi agar barang barang sitaan ini menjadi alternatif pemasukan kas negara, bukan musnah secara sia sia.

Tuesday, February 23, 2021

Pengamat Sosial NASA Tampil di TVONE?

Logo/lambang NASA terlihat di jaket yang dikenakan pengamat sosial yang dihadirkan TVONE dalam acara "Apa Kabar Indonesia Malam" pada Selasa, 22 Februari 2021. Silakan perhatikan foto di bawah.

Berikut ini adalah foto yang fokus pada Logo/lambang NASA di jaket pengamat sosial tersebut, dan di bawahnya adalah foto logo/lambang NASA yang dapat kita lihat di Wikipedia.

Apakah acara "Apa Kabar Indonesia Malam" TVONE ini sedang mendiskusikannya keberhasilan NASA mendaratkan rover atau wahana antariksa di permukaan planet Mars pada 18 Februari 2021 yang lalu? Ternyata tidak. Acara "Apa Kabar Indonesia Malam" TVONE ini membahas mengenai warga desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mendadak jadi miliarder.

Lalu apa hubungannya dengan NASA? Apakah warga desa Kabupaten Kuningan ini jadi kaya karena mendapat dana dari NASA? Ternyata juga bukan. Warga Kuningan ini jadi kaya karena mendapat ganti untung atas lahan dan bangunan rumah mereka yang terdampak pembangunan mega proyek Waduk Kuningan.

Jadi, mengapa TVONE menghadirkan pengamat sosial yang memakai atribut NASA? 

Sepertinya hanya TVONE yang bisa menjawabnya.

Thursday, January 28, 2021

PAM Swakarsa Memang Pantas Ditolak

Jika Anda pada tahun 1998 telah berusia dewasa ataupun remaja, tentu Anda pernah membaca atau mendengar mengenai PAM Swakarsa. Sedangkan jika Anda pada tahun 1998 masih anak anak atau bahkan belum dilahirkan, silakan baca publikasi publikasi mengenai PAM Swakarsa.  Tulisan di Wikipedia: Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa adalah satu di antara publikasi yang dapat Anda jadikan rujukan.

Akibat peristiwa bentrokan antara PAM Swakarsa dengan para pengunjuk rasa (sebagian besar mahasiswa) di tahun 1998, PAM Swakarsa telah terlanjur dipersepsikan sebagai pihak yang berseberangan dengan para pendukung reformasi. Sulit untuk membantah anggapan bahwa PAM Swakarsa sengaja dibentuk oleh pihak penguasa untuk melawan para pengunjuk rasa pro reformasi. Meskipun telah 22 tahun berlalu, memori kolektif dari masa masa kelam yang bergejolak itu masih melekat dalam pikiran sebagian besar dari kita. 

Dalam fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi III DPR pada tanggal 20 Januari 2021, Komjen (sekarang Jenderal) Listyo Sigit Prabowo memasukkan 'peningkatan peran PAM Swakarsa dalam salah satu program prioritasnya. Sebelumnya, POLRI pada tanggal 5 Agustus 2020 sudah mengeluarkan Perkap Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang  ditandatangani oleh Jenderal Idham Azis.

Menurut Deputi V  KSP (Kantor Staf Presiden), Jaleswari Pramodhawardhani, konsep PAM Swakarsa ini adalah amanat UU Polri, dan berbeda dengan PAM Swakarsa tahun 1998. Jaleswari  juga mengatakan, Pemerintah memahami adanya stereotipe/memori kolektif yang memiliki dampak sosiologis dari terminologi Pam Swakarsa di masa lalu.

Kalau berbeda dengan PAM Swakarsa tahun 1998, mengapa memakai nama yang sama? Menurut saya, hanya William Shakespeare yang mempertanyakan: "Apalah arti sebuah nama? " ("What 's in a name? "). Dalam budaya kita,  justru nama sangatlah berarti.  Nama bisa merupakan harapan atau bahkan doa. Hampir semua orang tua memilihkan nama terbaik untuk anak anak mereka.  Nama nama organisasi, perusahaan, sampai dengan  merek dagang juga dipilih dari nama terbaik oleh para  pendirinya.  Sepertinya di Indonesia tidak akan ada yang mendirikan partai dengan nama Partai Kreatif Indonesia,  karena nama ini, jika disingkat menjadi PKI, dan memori kolektif kita akan merujuk pada nama sebuah partai yang telah dinyatakan sebagai partai terlarang.

Nama PAM Swakarsa memang pantas ditolak, Jika benar bahwa PAM Swakarsa versi Perkap Nomor 4 Tahun 2020 ini berbeda dengan PAM Swakarsa tahun 1998, maka jangan memakai nama PAM Swakarsa.

Sunday, January 17, 2021

Berterimakasihlah Kepada Mereka yang Menolak Vaksinasi Covid 19!

Untuk Anda yang setuju dengan vaksinasi Covid 19, berterimakasihlah kepada mereka yang menolak vaksinasi Covid 19. Jangan mencela apalagi memusuhi mereka yang menolak vaksinasi Covid 19. Begitu juga untuk Pemerintah, berterimakasih lah kepada mereka yang menolak vaksinasi Covid 19. Jangan memaksa apalagi menghukum mereka yang menolak vaksinasi Covid 19.

Bukankah kita semua tahu bahwa, vaksin Covid 19 itu langka, dan juga tidak murah? Sekjen PBB sampai beberapa kali mengingatkan bahwa kemungkinan sebagian negara miskin dan negara berkembang akan kesulitan mendapatkan vaksin Covid 19. Dengan adanya mereka yang menolak vaksinasi, maka Anda semakin berpeluang segera mendapatkan vaksinasi Covid 19. Jadi bersyukurlah!

Pemerintah juga seharusnya mengapresiasi mereka yang menolak vaksinasi Covid 19, bukan malah mengancam mereka dengan hukuman ataupun denda. Pemerintah juga harus menghentikan pernyataan bahwa vaksinasi dapat memutus rantai penularan virus corona. Belum ada studi yang dapat menyimpulkan bahwa vaksinasi efektif memutus rantai penularan virus Covid 19. Silakan baca publikasi-publikasi di bawah ini,

Can You Still Spread Covid-19 After You Get Vaccinated? "Pfizer and Moderna, the companies that developed the vaccines authorized in the U.S. so far, say their vaccines are about 95% effective at preventing people from getting sick with Covid symptoms. But there's not enough evidence yet on whether the vaccines also prevent asymptomatic infection and transmission...."

COVID vaccine recipients may still be infectious. When will we know for sure? "It's surprising, but experts agree: The tens of thousands of people being vaccinated against the coronavirus right now may still be able to carry and transmit the SARS-CoV-2 virus to others, despite being well-protected against the symptoms of COVID-19 themselves. That means they must still wear masks and practice social distancing to protect those around them...."

Here's what you need to know about the COVID-19 vaccines "......Can you still get infected, and infect others, if you get vaccinated? Possibly. None of the vaccines tested so far have been 100 percent effective ... "

Karena itu, berhentilah memberikan harapan terlalu tinggi bahwa vaksin Covid 19 adalah Game Changer!

Saturday, November 14, 2020

Imbal Hasil Pertama Sukuk Ritel SR013

Tanggal 10 November 2020 bukan hanya peringatan Hari Pahlawan. Tanggal 10 November 2020 juga adalah sebagai tanggal pembayaran imbal hasil pertama Sukuk Ritel SR013. Hari ini saya mencetak mutasi rekening di ATM Mandiri, dan ternyata imbal hasil pertama Sukuk Ritel SR013 memang sudah masuk ke rekening saya. Pada cetakan ATM di bawah, imbal hasil pertama Sukuk Ritel SR013 itu diberi keterangan C INW, CN-SKN CR S, tanggal 101120.

Angka angka mutasi, saldo dan Imbal hasil Sukuk di cetakan ATM ini sengaja saya samarkan. Saya tidak cukup Percaya Diri menampilkan angka angka itu. Jumlah saldo tabungan saya tidak ada apa apa nya kalau dibandingkan dengan tabungan Winda Earl di May Bank yang sedang viral sekarang. Konon uang tabungan Winda Earl sejumlah 22 milyar rupiah raib karena ulah oknum Kepala Cabang May Bank. Masalah ini akan makin menarik perhatian publik dengan hadirnya Hotman Paris Hutapea sebagai pengacara di pihak May Bank.

Sukuk Ritel SR013 ini saya pesan melalui Bareksa. Seperti saya tulis di blog ini mengenai Cermati Biaya Investasi Sukuk Ritel SR013 , biaya-biaya yang akan menjadi beban kita sesudah memiliki Sukuk Ritel SR013 adalah:

1. Biaya Pemesanan.
2. Biaya Penyimpanan Surat Berharga
3. Pajak Imbalan/Kupon
4. Biaya Transfer Imbalan/Kupon .
5. Biaya Transaksi di Pasar Sekunder

Sewaktu akan mengajukan pemesanan, saya sudah menanyakan biaya-biaya tersebut kepada Bareksa. Dalam waktu kurang dari satu hari, saya sudah mendapatkan jawaban Bareksa:

"Untuk biaya pada transaksi SBN hanya pada biaya pajak saja. Untuk dari sisi Bareksa tidak terdapat biaya. Untuk kupon yang diterima rekening investor per bulan sudah termasuk potongan pajak sebesar 15%. Penjualan ORI/SR di perdagangkan dipasar sekunder atau perusahaan efek sekuritas dan bareksa hanya membantu dalam proses perpindahan asset nasabah ke pihak sekuritas. Untuk detail harga penjualan Bapak/Ibu dapat mengkonfirmasi langsung ke pihak sekuritas. ". 

Karena Bareksa mengatakan, tidak mengenakan biaya biaya tersebut, maka saya memilih untuk membeli Sukuk SR013 melalui Bareksa. Dengan telah dibagikannya kupon Sukuk Ritel SR013, saya ingin membuktikan, apakah jawaban Bareksa benar. Untuik itu, saya menghitung Imbal hasil perdana yang seharusnya saya terima dengan memakai contoh perhitungan pada laman berjudul Imbal Hasil Pertama Sukuk Ritel SR013 disebut Long Coupon, Apa Artinya? Berikut ini adalah contoh penghitungan kupon perdana SR013 (long coupon) untuk investasi Rp1.000.000,00, sebagaimana tertera dalam memorandum informasi SR013:

♦ 6,05% x 10/30 x 1/12 x Rp1.000.000,00 = RpRp1.681,00 (seribu enam ratus delapanpuluh satu rupiah).
Angka 10 (sepuluh) pada formula di atas merupakan jumlah hari dari tanggal 30 September 2020 (Tanggal Setelmen) sampai dengan tanggal 10 Oktober 2020.

♦ Kupon satu bulan penuh untuk periode tanggal 11 Oktober 2020 sampai dengan tanggal 10 November 2020 dihitung dengan menggunakan formula 6,05% x 1/12 x Rp1.000.000,00 = Rp5.042,00 (lima ribu empat puluh dua rupiah).

Maka, khusus untuk kupon perdana yang dibayarkan pada 10 November 2020, investor dengan investasi Rp1 juta akan menerima kupon sebesar Rp6.723 sebelum pajak, atau Rp5.715 setelah pajak.

Setelah saya menghitung Imbal hasil / long coupon yang saya terima, saya simpulkan bahwa, Bareksa memang  membebaskan semua  biaya untuk pembelian Sukuk Ritel SR013. Termasuk bisa transfer ke rekening saya.  Jadi pilihan saya untuk membeli Sukuk SR013 melalui Bareksa ternyata tidak keliru.  Sepertinya saya juga perlu mengucapkan terima kasih  kepada Mas Sabda,  karena pertama kali saya mengetahui mengenai Bareksa dari tulisan Mas Sabda di Blogsabda.com.


Monday, November 9, 2020

Email Penipuan Prakerja

"Verifikasi ulang untuk Akun Prakerja anda". Demikian subjek sebuah email yang masuk ke Inbox saya tanggal 5 November 2020.  Di email ini ada lambang Garuda Pancasila dan tulisan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, seperti bisa Anda lihat di bawah ini. Hal ini membuat saya percaya bahwa email ini resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.


Meskipun saya percaya bahwa email ini dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi saya pikir email ini salah alamat, karena saya bukan termasuk orang yang sedang mencari pekerjaan. Jadi email ini saya abaikan.

Esok harinya,  Sabtu, 6 November 2020, saya mendapatkan kejanggalan pada email ini. Alamat pengirim email ini tidak sebagaimana lazimnya alamat instansi pemerintah, yang biasanya  berakhiran ".go.id". Alamat  pengirim email ini adalah help@canongenset.com. Silakan lihat gambar di bawah.


Saya simpulkan, email ini dikirim oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan mengaku sebagai instansi pemerintah. Mudah mudahan tidak ada yang tertipu. 

Pertanyaan saya,  apakah pihak berwenang akan menindak pelaku pengirim email ini?


Sunday, November 8, 2020

Terlelap Di Pintu Rumah Tuhan

Jumat, 6 November 2020, sekitar jam 4 sore, saya baru saja selesai salat Ashar di Mesjid Guru Amin di Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat keluar dari ruangan mesjid, saya melihat ada orang tertidur di depan pintu mesjid. Dari pakaiannya, saya hampir dapat memastikan, orang yang sedang terlelap ini adalah pengemudi taksi Blue bird.


Perusahaan transportasi termasuk usaha yang terdampak Pandemi Virus Corona. Perusahaan Taksi bahkan sudah menghadapi kesulitan jauh sebelum Pandemi Virus Corona. Yaitu sejak munculnya taksi daring.

Sebelum kehadiran taksi daring, Blue Bird adalah penguasa pasar taksi di Jakarta dan kota kota besar di Indonesia. Saya masih ingat sulit nya mendapatkan taksi Blue Bird pada jam jam sibuk. Di masa itu para pengemudi taksi Blue bird punya posisi tawar yang tinggi. Saya tidak mungkin lupa, beberapa kali pengemudi taksi Blue bird menolak saya, karena mereka menganggap tujuan saya jaraknya kurang jauh. Kalaupun mereka tidak menolak, kadang kadang dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka seperti kecewa. 

Saya pernah mendapat penolakan yang menyakitkan oleh pengemudi Blue Bird. Suatu hari saya masuk ke taksi Blue Bird di depan Hotel Patra Jasa, jl. Gatot Subroto, Jakarta. Saya baru saja duduk dan menutup pintu taksi, pengemudi Blue Bird menanyakan tujuan saya. Saya jawab, bahwa saya ke jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pengemudi Blue Bird menolak. Katanya,  taksi ini khusus untuk tujuan Bandara Soekarno Hatta. Saya terpaksa turun dari taksi ini. Namun saya belum yakin, apakah benar ada Taksi Blue Bird yang khusus untuk tujuan Bandara Soekarno Hatta? Karena itu,  saya menanyakan melalui telepon ke kantor Blue Bird. Jawaban pihak Blue Bird,  tidak ada Taksi Blue Bird yang khusus untuk tujuan Bandara Soekarno Hatta. Jadi, saya sangat senang dengan munculnya taksi daring, karena memudahkan saya mendapatkan transportasi, dan... menghindarkan saya dari kesombongan oknum  pengemudi pengemudi Taksi seperti di atas.

Blue Bird termasuk sedikit di antara perusahaan perusahaan taksi yang masih bisa bertahan sampai hari ini. Sepertinya hal ini antara lain karena strategi "merangkul lawan" yang digunakan Blue Bird.  Di aplikasi Gojek Anda bisa pesan taksi Blue bird  melalui fitur Go Blue Bird.  Bahkan meskipun Anda ingin memesan GoCar/taksi daring (bukan Blue Bird), kadang kadang yang datang adalah Blue Bird.