Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Monday, April 8, 2024

Akibat Status SPT Lebih Bayar

Tahun lalu, Status SPT 2022 saya Lebih Bayar. Mungkin Anda pernah mendengar mengenai Presiden Joko Widodo yang menceritakan pengalaman mengurus restitusi pajak (sewaktu Jokowi menjadi pengusaha). "Dulu saya mengurus restitusi sampai setahun. Kapok saya tidak mau mengurus lagi. Lebih banyak pusingnya daripada mengurus uang restitusinya," kata Jokowi, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, tanggal 27/3/2018. Cerita Presiden Joko Widodo ini membuat saya terbayang akan menjalani proses yang rumit dan melelahkan akibat Status SPT Lebih Bayar.
http://jenddela.blogspot.com/2024/04/akibat-status-spt-lebih-bayar.html


Laporan SPT Pajak 2022 dengan status Lebih Bayar itu telah saya kirimkan pada 30 Maret 2023.  Namun, baru 4 bulan kemudian (akhir Juli 2023) saya dapat surat dan email dari Kantor Pelayanan Pajak. Dalam surat panggilan pemeriksaan pajak tersebut, saya diminta datang ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Baru Dua, Jakarta Selatan pada (seingat saya) hari Senin  di akhir  Juli 2023. Di lampiran Surat itu disebutkan dokumen yang harus saya bawa untuk diperiksa oleh Tim Pemeriksa Pajak. Antara lain: bukti potong pph, Fotokopi Kartu Keluarga (KK) , slip gaji/ bukti transfer gaji/ honorarium, Bukti perolehan/ pembelian aktiva tetap dan aktia lainnya, Buku tabungan atau rekening koran, Daftar harta dan hutang, Daftar pengeluaran yang bersifat tetap seperti listrik, air, cicilan kepemilikan harta, internet, dst. Surat Perjanjian dengan pihak ke-3 terkait atas penghasilan, Catatan, data dan dokumen lainnya yang diperlukan dalam pemeriksaan ini,   (lihat foto di bawah). 

http://jenddela.blogspot.com/2024/04/akibat-status-spt-lebih-bayar.html


Karena begitu banyaknya data yang harus saya bawa, tentu saya perlu waktu untuk mempersiapkan dokumen dokumen itu. Karena itu, saya menelpon Kantor Pelayanan Pajak untuk minta diberi waktu untuk menyimpan data data tersebut. Alhamdulilah, ternyata Tim Pemeriksa Pajak memahami masalah saya dan permintaan saya disetujui.
Pada tanggal yang disepakati (seingat saya awal Agustus 2023), saya datang di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Baru Dua. Kepada Tim Pemeriksa Pajak, saya serahkan data data yang diminta sebagaimana disebutkan di lampiran Surat Panggilan Pemeriksaan Pajak. Tim Pemeriksa Pajak menanyakan sejumlah pertanyaan antara lain,  bidang perkerjaan saya, penghasilan sampingan, dan lain lain.  Tim Pemeriksa Pajak juga menanyakan bagaimana saya menghitung penghasilan tahunan yang saya laporkan di SPT 2022. Ternyata ada perbedaan antara hasil verifikasi Tim Pemeriksa Pajak dengan data yang saya laporkan di SPT.  Sesudah berdiskusi,  akhirnya diketahui bahwa masalah ini disebabkan oleh adanya perbedaan data bukti potong yang saya terima dari pihak pemberi penghasilan dengan bukti potong yang ada di pihak Kantor Pelayanan Pajak.
Tim Pemeriksa Pajak juga menanyakan rekening koran. Saya jawab, bahwa saya hanya membawa buku tabungan, karena di surat panggilan disebutkan "Buku tabungan atau rekening koran". Jadi saya anggap buku tabungan sudah cukup.  Tim Pemeriksa Pajak tetap meminta saya untuk melengkapi data pemeriksaan dengan mengirimkan rekening koran periode Januari s/d Desember 2022. Akhirnya saya setuju untuk mengirimkan rekening koran tersebut. Tim Pemeriksa Pajak mengatakan, akan mengirimkan surat resmi perihal permintaan rekening koran tersebut.
Karena saya punya tabungan di 4 Bank, maka saya harus datangi ke masing masing Bank itu untuk mendapatkan rekening koran. Biasanya bank mengenakan biaya cetak rekening koran (ada yang mengenakan tarif Rp 5000 per halaman). Namun begitu saya menunjukkan surat dari Kantor Pelayanan Pajak, ternyata tidak ada  bank yang  meminta saya untuk membayar biaya cetak rekening koran. Sesudah lengkap, rekening rekening koran tersebut segera saya kirim ke Kantor Pelayanan Pajak.
Pertengahan Agustus 2023 Tim Pemeriksa Pajak mengirimkan file spreadsheet berisi gabungan  rekening koran dan  meminta saya memberikan keterangan menjelaskan mengenai sumber dana setiap transaksi kredit di rekening koran saya.  Sebenarnya ini tidak terlalu sulit, tetapi cukup melelahkan,  karena semua transaksi dalam satu tahun harus diberi keterangan, termasuk yang nominalnya kecil. Saya perlu waktu 2 minggu untuk menyelesaikannya.
Pertengahan September 2023 saya mendapat surat undangan pembahasan hasil pemeriksaan pajak. Sewaktu saya datang, Tim Pemeriksa Pajak sudah mempersiapkan lembaran hasil verifikasi mereka atas SPT Pajak saya. Mereka mempersilakan saya untuk memeriksa dokumen tersebut, dan saya juga diperbolehkan untuk bertanya dan menyanggah jika ada hasil verifikasi yang saya anggap tidak sesuai. Karena saya tidak menemukan hal hal yang tidak sesuai,  maka saya mengatakan menerima hasil verifikasi Tim Pemeriksa Pajak. Hari itu juga, dibuat berita acara hasil pemeriksaan pajak. 
Akhir September 2023 Tim Pemeriksa Pajak mengirimkan surat meminta saya memberikan informasi nomor rekening bank untuk pengembalian Lebih Bayar pajak saya. Sesudah saya kirimkan informasi nomor rekening yang diminta,  sekitar 3 minggu kemudian (akhir Oktober 2023)  pengembalian Lebih Bayar pajak tersebut masuk ke rekening saya.
Jadi perlu waktu 7 bulan (Maret s/d Oktober) untuk mendapatkan pengembalian kelebihan bayar pajak.
Saya mengapresiasi Tim Pemeriksa Pajak yang telah bekerja secara profesional dan juga mau mendengar permasalahan pihak wajib pajak. Namun perlu juga saya sampaikan bahwa waktu 7 bulan untuk pengembalian kelebihan pembayaran pajak adalah waktu yang terlalu lama. 
Anda yang pernah melaporkan SPT Pajak dengan Status Kurang Bayar pasti mengetahui bahwa kita tidak dapat masuk ke tahap kirim SPT sebelum melunasi pajak. Sistem di DJP online sudah dibuat sedemikian rupa sehingga pemerintah sudah menerima pembayaran pajak paling lambat 3 bulan sesudah tahun pajak yang bersangkutan. Yaitu tanggal 31 Maret. Sebaliknya,  seperti yang saya alami, Wajib Pajak yang Statusnya Lebih Bayar seperti saya harus menunggu 7 bulan untuk mendapatkan pengembalian kelebihan bayar pajak. Sungguh tidak adil.
Bukankah Republik Indonesia adalah negara demokrasi? Kalau Wajib Pajak dengan Status SPT  Kurang Bayar diharuskan secepatnya melunasi pajak,  bukankah  Wajib Pajak dengan Status SPT Lebih Bayar juga berhak menuntut pemerintah agar kelebihan pembayaran pajak secepatnya dikembalikan kepada Wajib Pajak? 

Saturday, September 17, 2016

Sepuluh Bulan Bersama Asus Fonepad 8

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan Lika liku Mendapatkan Asus Fonepad 8.

PONSEL DENGAN UKURAN RAKSASA
Sesuai namanya, Fonepad 8 adalah tablet yang dapat difungsikan sebagai telepon. Tetapi, karena ukurannya besar, maka setiap orang yang menelpon dengan Fonepad 8 ataupun Tablet akan tampak aneh. Saya pernah mentertawakan orang yang menelpon memakai tablet.
Menelpon dengan Tablet
Karena itu saya selalu mengusahakan memakai Headset kalau memakai Fonepad 8 untuk menelpon. Tetapi beberapa kali saya saya langsung menelpon memakai tablet ini untuk menelpon (tanpa Headset). ......dan beberapa kali saya ditertawakan oleh teman-teman yang melihat saya.... :).

ASESORIES AGAK SUSAH DIPEROLEH
Asesories Fonepad 8 agak jarang dibanding Tablet merek lain, terutama dibanding dengan aseories untuk merek S*ms*ng. Bahkan asesories untuk Fonepad 7 lebih banyak yang jual daripada asesories untuk Fonepad 8. Saya pernah beli Screen Guard (anti gores) untuk Fonepad 8 ini.  Saya mendapatkan Screen Guard itu di sebuah toko online. Meskipun disebut untuk Fonepad 8, tetapi ukurannya masih kurang pas dengan ukuran layar Fonepad 8.
Screen Guard Fonepad 8
Saya juga pernah beli sarung/flip cover Fonepad 8 yang bisa diputar, karena saya ingin tablet ini bisa didudukan pada posisi landscape dan juga potrait (flip cover biasamya hanya untuk posisi landscape). Dari sebuah toko online, saya mendapatkan asesories tersebut. Namanya "Rotary 360' Stand Flip Leather Sarung Case Asus Fonepad 8", seharga Rp 130 ribu. Namun, setelah saya pakai, ternyata Fonepad 8 hanya bisa didudukan pada posisi landscape. Namun Fonepad 8 akan rebah kalau pada posisi potrait. Saya kira, ini karea bentuk tablet ini pajang (rasio layarnya 16:9) .Jadi, saya sarankan jangan beli sarung/flip cover yang bisa diputar untuk Fonepad 8 ataupun Tablet lain yang rasio layarnya 16:9. Lebih baik beli sarung/filp cover yang biasa saja.

MENGETIK DI ATAS KACA
Karena tidak biasa memakai virtual keyboard, mula2 saya kesulitan memakai tablet ini. Tetapi lama2, jadi terbiasa juga. Bahkan selanjutnya saya merasa terbantu dengan adanya fungsi predictive text.  Pada posisi landscape, Fonepad 8 kurang enak dipakai mengetik, karena separuh display  tertutup virtual keyboard. Hal ini karena layar tablet ini  rasio layar tablet ini adalah 16:9 , berbeda dengan Tablet lain yang rasio nya 4:3, seperti iPad, misalnya. Meskipun konon rasio 16:9 ini sesuai untuk menonton video, tetapi Fonepad 8 ini lebih sering saya pakai mengetik dari pada menonton video. Jadi Fonepad 8 ini selalu pada posisi potrait kalau saya pakai mengetik. Fonepad 8 ini baru saya posisikan menjadi landscape, kalau saya saya ingin memeriksa dokumen hasil edit/ketikan yang saya buat.

Tablet ini paling sering saya pakai untuk browsing internet, posting di FB, menulis posting untuk blog ini, mengerjakan pekerjaan kantor (seperti mengedit dokumen), terima dan kirim email, reservasi tiket pesawat, pesan ojek online, menelpon, memotret, dll. Hampir tidak ada masalah yang saya alami selama memakai Fonepad 8. Namun ada beberapa hal yang saya kurang suka dengan Fonepad 8 ini:

  • Layar Fonepad 8 reflektif/silau (saya atasi dengan memasang Screen Guard yang "mate". Bahasa "pasar"nya "anti minyak")
  • Di Fonepad 8 tidak ada radio.
  • Hasil Camera Fonepad 8 hanya bagus pada pencahayaan yang cukup.
  • Pada waktu baru di ON kan, loading Fonepad 8 terasa lama.
  • Penempatan slot SIM Card Fonepad 8 bagi saya aneh, karena slot SIM yg no 1 terletak di bawah Slot SIM yg no 2. Hal ini membuat saya kadang kadang keliru, karena terbiasa mengurutkan nomor dari atas ke bawah.


Meskipun demikian, secara keseluruhan saya suka dengan Fonepad 8. Hal-hal yang positif dari Fonepad 8, banyak. Tetapi saya khawatir akan membosankan kalau saya tulis di sini, karena tulisan di situs-situs berikut ini sudah menyajikan dengan baik mengenai Fonepad 8.


Sayang sekali, akhir Juli 2016 saya kehilangan tablet Fonepad 8 ini. Suatu sore saya masuk toilet di Mal Pejaten Village di Jakarta Selatan. Saya baru ingat bahwa Fonepad 8 saya tertinggal di toilet tsb. setelah satu jam kemudian....  Sewaktu saya kembali ke toilet, Fonepad 8 ini sudah tidak ada.....

Wednesday, September 7, 2016

Lika-liku Mendapatkan Asus Fonepad 8

Sebelum memilih Fonepad 8, saya tertarik dengan Nexus 7, yang konon adalah  sebuah tablet yang didisain oleh Mbah Google. Tetapi kemudian saya tertarik Fonepad 8, yang dibuat oleh Asus, yang juga pembuat Nexus 7. Yang membuat saya tertarik Fonepad 8, antara lain beberapa review positif yang saya baca dari bebrapa sumber, termasuk dari Notebookcheck.com, dari Asus Fonepad 8 – Bring It On | KASKUS , dari [REVIEW] ASUS Fonepad 8 FE380CG : Tablet ASUS 8 inch yang “murah” dan juga dari [Review] Asus Fonepad 8 FE380CG (2g ram 16g rom edition).
Usaha saya untuk mempunyai Fonepad 8 ternyata harus melewati jalan yang cukup berliku-liku.....




Dicuekin di Hartono ElektroniK
Agustus 2015, saya ke toko Hartono Elektronika di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.   Di toko ini sebuah Fonepad 8 warna putih dipajang sebuah meja. Tablet itu sepertinya dalam keadaan OFF, karena layarnya gelap. Saya tidak tahu bagaimana cara meng ON-kan tablet ini. Sampai hampir sekitar sepuluh menit Fonepad 8 putih itu saya pegang dan saya bolak balik, tapi tidak ada seorangpun staf Toko Hartono Elektronika yang mendekati saya. Kemudian ada seorang staf toko yang lewat dekat meja Fonepad 8. Saya panggil dia, dan menyakan beberapa hal mengenai Tablet ini. Dia hanya menjawab sekedarnya, kemudian pergi. Padahal saya belum sempat tanya bagaimana cara meng ON-kan tablet ini. Saya kembali sendirian membolak-balik Tablet ini. Kemudian ada seorang yang saya pikir juga staf toko mendekat ke meja tempat Fonepad 8 ini. Saya menanyakan bagaimana cara meng ON-kan tablet ini. Dia kemudian menekan satu tombol di sisi tablet, dan mengatakan, bahwa tablet ini sedang di-charge. Sewaktu saya menanyakan beberapa hal mengenai Fonepad 8 ini, dia mengatakan, bahwa dia tidak tahu, dan mengatakan bahwa dia adalah petugas cleaning service, bukan sales gadget. Saya mengucapkan terima kasih, kemudian meninggalkan toko ini.



Hampir Terjebak Permainan Harga
Sabtu, 29 Agustus 2015, saya melihat Fonepad 8 warna emas/gold di sebuah toko gadget di Mal Pejaten Village, Jakarta Selatan. Berbeda dengan sewaktu saya di Hartono Elektronika, staf di toko ini menemani saya sejak masuk toko dan menjelaskan dengan lengkap mengenai Fonepad 8.  Staf itu mengatakan bahwa harga Asus Fonepad 8 adalah Rp 2,499,000.  dan memberitahukan bahwa ada fasilitas kredit/cicilan sampai 12 bulan tanpa bunga. Akhirnya saya mengatakan akan membeli Fonepad 8 warna emas itu. Di depan meja kasir, saya menyerahkan kartu kredit. Ketika saya akan memasukkan PIN, tiba-tiba saya merasa ingin mengkonfirmasi lagi jumlah yang harus saya bayar. Namun jawaban Staf toko ini membuat saya terkejut, karena jumlah yang harus saya bayar adalah Rp 2,599,000. padahal tadi dia mengatakan harganya Rp 2,499,000.  Staf toko ini menjelaskan , harga Rp 2,499,000. adalah harga diskon. Dia mengataka, harganya jadi harga normal (Rp 2,599,000). karena menggunakan fasilitas kredit/cicilan. Saya kecewa dengan taktik menjebak ini. Saya batalkan pembelian Asus Fonepad 8 di toko ini.



(Terpaksa) pilih Fonepad 8 Warna Hitam
11 September 2015 saya melihat Fonepad 8 di Galeri Gadget di Plasa Blok M., Jakarta Selatan.  Staf di toko ini  menjelaskan dengan lengkap mengenai Fonepad 8. Harga Fonepad 8 di sini Rp 2,299,000. Ini lebih murah dari yang di toko di Mal Pejaten Village. Di samping itu, ada bonus memory card. Harga tsb. juga dengan faslitas cicilan 6 bulan tanpa bunga. Sayang yang tersisa  hanya yang warna hitam, padahal saya ingin yang warna emas  atau warna putih........  Akhirnya saya mengabaikan soal warna, dan membeli Fonepad 8 warna hitam itu di Galeri Gadget Plasa Blok M.