Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Friday, May 8, 2020

Tokopedia Diretas

Sebuah SMS dari Bank BRI masuk ke ponsel saya pada Senin, tanggal 4 Mei 2020. Isinya meminta saya mengganti password user Tokopedia, dan jangan menyimpan data Kartu Kredit di Tokopedia. Belum lama ini saya memang melakukan transaksi di Tokopedia memakai Kartu Kredit BRI, tetapi transaksi itu sudah selesai tanggal 29 April 2020 yang lalu. Jadi saya tidak mengerti maksud BRI meminta saya mengganti password, dan mengabaikan SMS ini.

Pada Selasa, 5 Mei 2020 saya baru mengetahui dari berita di sebuah stasiun TV swasta, bahwa Tokopedia diretas. Diberitakan, Tokopedia mengakui situs mereka telah mengalami peretasan dan sekitar 91 juta akun customer/pembeli dan 7 juta akun telah dicuri
Menurut pihak Tokopedia: "Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," Tokopedia menambahkan: "Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan,".
Namun menurut Pratama Persada, seorang pakar keamanan siber dari Lembaga Riset SIber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), meskipun password masih dalam bentuk acak, tetapi data-data lain sudah dalam bentuk "plain" alias terbuka. Artinya semua peretas bisa memanfaatkan data tersebut untuk melakukan penipuan dan pengambilalihan akun-akun di internet.
Lebih jauh,  Pratama Persada menambahkan:"Memang data untuk password masih dienkripsi, namun tinggal menunggu waktu sampai ada pihak yang bisa membuka,"
Setelah mengetahui peretasan yang terjadi di Tokopedia ini, saya baru mengerti maksud maksud Bank BRI meminta saya mengganti password user Tokopedia dan meminta agar tidak menyimpan data Kartu Kredit di Tokopedia.

Wednesday, January 1, 2020

(Un)Happy New Year..!

Setahun yang lalu, pergantian tahun 2018 ke 2019 dilingkupi duka. Beberapa hari sebelumnya, saudara-saudara kita tertimpa musibah bencana Tsunami yang meluluhlantakkan kawasan Selat Sunda.

Saat itu, Pemerintah mengeluarkan imbauan agar tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Masyarakat diimbau tidak melaksanakan kegiatan seperti pawai kendaraan, pesta kembang api atau petasan, panggung hiburan malam. Masyarakat diajak melakukan kegiatan positif seperti memberikan bantuan sosial terhadap saudara yang tertimpa musibah bencana tsunami di Selat Sunda.Pada waktu menjelang pergantian tahun tanggal 31 Desember 2019, memang tidak ada imbauan seperti itu. Bahkan, suasana euforia pemerintah baru masih terasa.

Cuaca mendung dan hujan pada malam pergantian tahun tanggal 31 Desember 2019. Saya memutuskan untuk tidur. Saya sedang tidak tertarik mendengar tiupan terompet, dan dentuman petasan. Saya sedang tidak tertarik menyaksikan sinar kembang api menghiasi langit Jakarta. Saya sedang tidak ingin bergabung dengan orang orang yang mengungkapkan kegembiraan di saat pergantian tahun. ….I get older, new year aint fun anymore….

Ketika saya terbangun, tahun 2019 sudah usai dan berganti dengan tahun 2020. Hujan lebat masih mengguyur Jabodetabek. Di televisi diberitakan, sejumlah wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang dilanda banjir; di Bogor hujan deras menyebabkan tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa; Landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur tergenang banjir sehingga terpaksa ditutup; Sejumlah ruas jalan di Jabodetabek terendam dan tidak dapat dilewati kendaraan.

Menurut beberapa warga yang tempat tinggalnya sering dilanda banjir, banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya.

(Un)Happy New Year..!


Sunday, March 22, 2015

Peran Besar Mbak Tun dkk. Bagi Indonesia

Saat Rupiah makin melemah terhadap US Dollar, dikabarkan bahwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bereaksi keras atas pernyataan Menteri Koordinator Perekenomian Sofyan Djalil, terkait pelemahan rupiah. Menko Perekonomian Sofyan Djali mengatakanl, bahwa Rupiah rentan melemah lantaran kiriman uang TKI ke Indonesia hanya USD 7 milyar per tahun, dibandingkan dengan kiriman peso dari Tenaga Kerja Filipina ke negaranya yang sebesar USD 20 milyar per tahun, Di Elshinta.com, saya baca bahwa, Indonesia dengan jumlah tenaga kerja di luar negeri yang lebih sedikit dibanding Filipina pada waktu tahun 2013 pun, nampaknya TKI dapat mengirim uang ke tanah air dengan nilai yang tidak terlalu jauh dibawah tenaga kerja kontrak Filipina yang pada waktu itu jumlahnya sekitar empat kali lipat. Jadi, tampaknya Tenaga Kerja Indonesia lebih mampu hidup hemat dibanding Tenaga Kerja Filipina. Apalagi, kabarnya Tenaga Kerja Filipina banyak yang merupakan tenaga terampil dan ahli, sementara Tenaga Kerja Indonesia masih banyak yang bukan tenaga terampil dan ahli, serta banyak yang bekerja di sektor rumah tangga. Tentu penghasilan Tenaga Kerja Filipina rata-rata lebih tinggi dari Tenaga Kerja Indonesia. Dengan penghasilan yang lebih tinggi dan jumlah yanglebih banyak, wajar kalau jumlah kiriman uang Tenaga Kerja Filipina ke negaranya lebih banyak dari pada jumlah kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia ke tanah air.

Peran Besar Mbak Tun dkk. Bagi Indonesia

Saat Rupiah makin melemah terhadap US Dollar, Mbak Tun, asisten rumah tangga di rumah kami. pulang kampung, karena mertuanya meninggal dunia. Untuk segala macam urusan rumah, kami sudah sangat tergantung pada Mbak Tun. Selama Mbak Tun pulang kampung, tumpukan pakaian kotor saya makin tinggi dari hari ke hari. Kamar juga tampak berantakan. Sudah beberapa hari ini, saya terpaksa memakai underwear sekali pakai. Terpaksa, karena bagi saya underwear sekali pakai tidak senyaman underwear biasa.

Saya sudah mulai dipaksa berpikir untuk mencari cara agar masih ada pakaian bersih yang bisa saya pakai untuk beberapa hari ke depan. Kalau dia belum kembali dalam dua hari ke depan, maka saya terpaksa ke kantor memakai celana jeans dan kemeja kotak-kotak. Hanya kemeja kotak-kotak dan celana jeans-lah yang tersisa di lemari. Saya bukan orang yang terlalu konservatif dalam berpakaian, tetapi masalahnya warna celana jeans dan kemeja saya itu sudah terlalu "belel" untuk dipakai ke tempak kerja, apalagi ke acara-acara formal. Kalau Mbak Tun belum kembali dalam dua hari ke depan, saya harus mencari tahu tempat laundry yang dekat dari tempat saya.

Saya yakin banyak di antara kita yang sudah sangat tergantung pada orang-orang yang seprofesi dengan Mbak Tun. Belum lama ini, teman saya, seorang wanita karir menulis di Facebook, mengatakan bahwa dia sangat gembira karena pengasuh anaknya akan kembali bekerja di rumahnya. Peran Besar Mbak Tun dkk. Bagi Indonesia 1

Beberapa hari kemudian teman saya itu menulis lagi di Facebook, mengatakan kegembiraannya, karena si pengasuh anak mengatakan tidak pulang waktu lebaran yang akan datang.

Peran Besar Mbak Tun dkk. Bagi Indonesia 2

Membaca tulisan di Facebook teman saya itu, dan pengalaman selama Mbak Tun pergi, saya makin merasakan peran orang-orang yang seprofesi dengan Mbak Tun. Saya yakin, tanpa dibantu orang-orang yang seprofesi dengan Mbak Tun, para profesional dan para pekerja kantoran di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia akan merosot produktifitasnya. Waktu dan tenaga mereka akan tersita oleh macam-macam urusan rumah. Saya kira, orang-orang di Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Arab Saudi juga banyak yang sangat tergantung pada orang-orang yang seprofesi dengan Mbak Tun yang bekerja sebagai TKI di sana.

Mungkin pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil, bahwa Rupiah rentan melemah lantaran kiriman uang TKI ke Indonesia hanya USD 7 milyar per tahun, dibandingkan dengan kiriman peso dari Tenaga Kerja Filipina ke negaranya yang sebesar USD 20 milyar per tahun, adalah bentuk apresiasi beliau kepada orang-orang yang seprofesi dengan Mbak Tun yang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

Wednesday, March 4, 2015

Tidak Jadi Beli Modem 4G LTE

Tentu saja saya tergiur dengan iklan yang mengatakan kecepatan internet di jaringan 4G LTE sepuluh Sepuluh kali lebih cepatkali lebih cepat. Saya sudah diberi brosur dan sudah bertanya banyak hal kepada wiraniaga/sales sebuah brand baru yang merupakan provider pertama yang meluncurkan 4G LTE (Long Term Evolution) di Indonesia. Saya pikir harga modem 4G LTE (termasuk paket internet) yang ditawarkan provider ini tidak mahal. Tetapi keinginan saya membeli modem 4G LTE dari provider ini saya urungkan. Sebabnya antara lain, coveragenya masih terbatas, padahal saya sering keluar kota. Di samping itu, modemnya di"lock". Kita akan terikat terus dengan provider ini. Misalnya suatu waktu kita merasa layanan provider ini tidak lagi sesuai dengan keinginan kita, maka kita akan kesulitan untuk pindah provider.

Kemudian saya mendengar kabar baik, bahwa para pemain lama di industri telekomunikasi sudah mulai uji coba jaringan 4G LTE, dan sudah banyak modem 4G LTE yang dijual tanpa "bundling" dan tidak di"lock".dengan operator tertentu. Namun, juga ada kabar buruk, bahwa jaringan CDMA akan digusur dari ranah telekomunikasi Indonesia. Yang lebih buruk lagi, konon jaringan CDMA digusur untuk memberi lahan bagi jaringan 4G LTE. Ponsel CDMA dan Modem CDMA saya akan jadi barang tak berguna :(

Akan makin banyaknya provider 4G LTE dan banyaknya pilihan modem 4G LTE yang tidak di"lock" membuat saya kembali tertarik untuk beli modem 4G LTE. Setelah tanya teman-teman dan searching di internet, saya menjatuhkan pilihan pada sebuah brand modem 4G LTE yang cukup populer dan harganya cukup terjangkau (sekitar Rp 200-250 ribu). Suatu hari saya hampir saja memesan modem itu dari sebuah on line store, namun karena suatu hal, saya menundanya dan menunggu sampai besok harinya.

Setelah itu, kebetulan saya baca beberapa berita mengenai rencana peluncuran jaringan 4G LTE di Indonesia. Dari berita-berita tersebut, bagi saya, standar dan frekuensi jaringan 4G LTE yang akan dipakai di Indonesia masih saya belum jelas. Ada berita bahwa jaringan 4G LTE di Indonesia akan menerapkan standar FDD (Frequency Division Duplexing) pada frekuensi 900 MHz. Tetapi sepertinya, ini hanya sementara, karena Kemenkominfo mengatakan, LTE akan menggunakan frekuensi 1.800 Mhz. Ada operator yang mengatakan, di frekuensi 900 MHz saat ini, kecepatannya di jaringan 4G LTE FDD justru lebih lambat dari 3G.

Di lain pihak, BRTI mengatakan bahwa LTE FDD tidak akan digelar di semua tempat, hanya di daerah tertentu saja, dan difokuskan untuk kepentingan bisnis. Dengan demikian, tersirat bahwa yang dapat dipakai secara luas oleh kita adalah LTE standar TDD (Time Division Duplexing). Provider yang saya sebut sebagai provider pertama yang meluncurkan 4G LTE di atas memakai Standar TDD di freuensi 2300 MHz. Modem 4G LTE yang hampir saya beli juga memakai Standar LTE TDD 2300/2600MHz. Saya dengar, di Indonsia sementara ini yang memakai Standar LTE TDD 2300/2600MHz hanya dua operator. Jadi kalau terlanjur beli Modem itu, maka saya juga akan terikat di dua operator/provider tersebut, meskipun modemnya tidak di"lock".

Jadi saya simpulkan bahwa standar dan frekuensi jaringan 4G LTE yang akan dipakai di Indonesia masih belum jelas. Saya merasa beruntung, belum terlanjur membeli Modem 4G LTE. Sayang sekali kalau terlanjur beli, kemudian kecepatannya di jaringan 4G LTE justru lebih lambat dari 3G, atau malah tidak bisa dipakai sama sekali.

Bagaimana menurut Anda?

Monday, November 11, 2013

Komunitas Tangan Di Bawah

Bulan lalu, saya baca posting Facebook dari Lidya, teman saya yang tinggal di Bandung, mengenai pengemis dan anak Jalanan di Bandung yang menolak dipekerjakan sebagai petugas kebersihan, karena merasa dibayar rendah. Konon Walikota Ridwan Kamil menawarkan Rp 700 ribu/bulan, sedangkan mereka minta dibayar Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan. Saya jadi ingat pada sebuah tulisan melalui email yang diforward oleh seorang teman pada tahun 2006 yang lalu. Menurut tulisan yang konon dari "Sahabat Anak" itu pendapatan anak jalanan yang mengemis dan mengamen di Jakarta bisa mencapai Rp 20.000./hari. Bila Rp 20.000 dikalikan 30 hari maka penghasilan mereka perbulan sekitar Rp 600.000. Ingat, ini data tahun 2006. Kalau di "Present Value" kan ke tahun 2013, secara kasar anggap saja sama dengan Rp 1 juta/bulan.

Dengan asumsi penghasilan pengemis dan anak jalanan di Bandung sama dengan penghasilan pengemis dan anak jalanan di Jakarta, maka tidak mengherankan kalau mereka menolak dibayar Rp 700 ribu/bulan, sebagai petugas kebersihan kota Bandung, karena dengan cara memancing rasa iba dan jiwa sosial kita, mereka bisa dapat sekurangnya Rp 1 juta/bulan. Saya mengatakan sekurangnya Rp 1 juta/bulan, karena seperti di berita di atas, mereka minta dibayar Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Banyak yang berpendapat bahwa tuntutan gaji Rp 4 juta - Rp 10 juta /bulan terlalu berlebihan. Saya juga membaca posting di Blog seorang dosen, bahwa gaji dosen ITB yang bergelar master dan doktor saja tidak sampai setengah dari Rp 10 juta. Sedangkan saya menganggap bahwa gaji/penghasilan suatu profesi juga banyak ditentukan oleh mekanisme pasar, bukan semata oleh tingkat kesulitan atau keahlian. Makin langka dan makin diperlukan suatu profesi, maka gaji/penghasilannya akan tinggi. Dan kita semua tahu bahwa tingkat "supply" petugas kebersihan bukan termasuk langka. Jadi "price" yang terbentuk dari "supply" & "demand" tidak akan masuk ke angka Rp 4 juta - Rp 10 juta /bulan.

Jadi mengapa pengemis dan anak jalanan itu berani menuntut gaji Rp 4 juta - Rp 10 juta /bulan ? Jawabannya, karena kita yang selalu "merasa iba" ini telah membuat mereka berpendapatan sekurangnya Rp 1 juta/bulan (tanpa bekerja). Kita yang "berjiwa sosial" ini telah mendidik mereka untuk nyaman di zona Tangan Di Bawah. Kitalah yang telah meracuni mereka agar berjiwa pengemis.

Pemerintah juga sering membuat keputusan yang memotivasi masyarakat untuk berposisi Tangan Di Bawah. Lihat saja, pemerintah lebih suka memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pada memanfaatkan dana tsb untuk membangun sarana agar masyarakat lebih mampu menolong dirinya sendiri (tangan di atas).

Sunday, March 31, 2013

Wibawa Yang Tergadai

Sersan Satu Heru Santosa, seorang TNI mantan anggota Komando Pasukan Khusus tewas bukan oleh peluru musuh di medan pertempuran, namun tewas oleh warga sipil dalam perkelahian di sebuah cafe di Sleman, Jogja. Kita memang tidak bisa memilih penyebab dan tempat kita untuk mati. (Patton, seorang Jenderal hebat dalam Perang Dunia ke dua justru tewas dalam kecelakaan mobil setelah perang berakhir). Namun tewasnya seorang TNI dari Komando Pasukan Khusus oleh warga sipil dalam perkelahian di sebuah cafe tentu wajar untuk dipertanyakan.

Di Aktual.co ada tulisan yang mempertanyakan:

Untuk apa Santoso datang ke kafe dan tidak tahukah bintara itu bahwa ada larangan untuk mengunjungi kafe? Apakah Santoso datang ke kafe untuk mencari hiburan atau mencari penghasilan tambahan dengan menjaga tempat itu?

Tak perlu kita ragukan kemampuan tempur seorang anggota Kopassus. Tak perlu kita ragukan hebatnya program latihan untuk menghasilkan pasukan khusus. Tak perlu kita pertanyakan berapa besar biayanya. Namun tentu pantas kita berharap bahwa kemampuan tempur yang hebat itu dipakai melindungi tanah air dan segenap bangsa Indonesia.

Nyawa seorang anggota TNI atau Polri terlalu mahal kalau dipertaruhkan hanya untuk sebuah perkelahian dengan warga sipil di sebuah cafe. Jika benar yang diduga oleh Aktual.co, bahwa yang bersangkutan mencari penghasilan tambahan dengan menjaga tempat itu, seharusnya kita prihatin. Alangkah sia-sianya hasil pelatihan TNI atau Polri selama ini, kalau hanya dipakai untuk menjaga kemanan tempat hiburan. Seharusnya kita semua malu, wibawa TNI/Polri tergadai demi menyambung hidup.

Seharusnya perhatian pada menjaga wibawa dan kebanggaan menjadi TNI/Polri tidak kalah pentingnya dengan perhatian pada Alutista. Membangun rasa hormat dan kecintaan masyarakat kepada profesi TNI/Polri harus jadi prioritas utama. Apalagi sampai saat ini kita masih memakai Sitem Pertahanan & Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata).

Kesejahteraan prajurit tidak kalah pentingnya dengan pengadaan Alutista. Masihkah negara membiarkan anggota TNI/Polri bekerja sampingan untuk mengais tambahan penghasilan? Di sisi lain kita terkaget-kaget membaca daftar rumah, tanah, mobil, SPBU dan berbagai harta seorang Jenderal yang sedang jadi tersangka di KPK.

Thursday, December 20, 2012

TRIJAYA FM Bangkit Dari "Kuburnya"

Mengibarkan Sindo Radio dan Mengubur Trijaya FM. Demikian judul posting saya di blog ini tanggal 8 Oktober 2011. Sejak hari Minggu 11 September 2011 Radio Trijaya berganti nama menjadi Sindo Radio. Sejak ganti nama menjadi Sindo Radio, radio ini berulang kali menyiarkan ucapan selamat dari sejumlah politisi, pejabat hingga menteri : "....Saya ...bla..bla. bla... Ketua/Kepala/Direktut/Menteri/...bla..bla. bla... mengucapkan selamat atas hadirnya Sindo Radio. Semoga Sindo ...bla..bla. bla....bla..bla. bla....bla..bla. bla..." . Sepertinya, pemiliknya berusaha keras mengibarkan nama Sindo Radio dan mengubur nama Trijaya FM.

Tetapi ternyata hari ini radio ini berganti nama lagi. Nama SINDO RADIO hanya bertahan setahun lebih sedikit. Nama TRIJAYA yang telah berusaha "dikubur", akhirnya dibangkitkan lagi, sehingga radio ini menjadi SINDO TRIJAYA FM. Bukan hanya itu, sapaan "...pendengar Sindo..." yang dipakai sejak berganti nama jadi Sindo Radio juga diganti menjadi "..Profesional Sindo.." . Ini mirip dengan sapaan "..Profesional muda.." yang dipakai sewaktu radio ini masih bernama Trijaya FM.

Dahulu, sewaktu Radio Trijaya berganti nama menjadi Sindo Radio, Station Manager Sindo Radio, Eddy Koko mengatakan, perubahan ini adalah "....upaya membangun kerja sama antara media di bawah Grup MNC Media...". Lalu, mengapa sekarang nama TRIJAYA dipakai lagi?

Yang jelas, karena baru ganti nama, para penyiar Sindo Trijaya FM masih sering keliru menyebut nama radionya dan kadang masih menyapa pendengarnya dengan sapaan "...pendengar Sindo...".

Thursday, May 10, 2012

Pembatasan BBM Bersubsidi : More Stick Than Carrot

Adalah fakta bahwa BBM non subsidi lebih mahal dari BBM bersubsidi. Adalah fakta bahwa hampir semua mobil di sini didisain untuk memakai BBM, bukan BBG. Adalah fakta bahwa BBG lebih sulit diperoleh dari BBM (sayang saya tidak punya foto antrian panjang taksi-taksi yang akan mengisi BBG untuk saya pajang di posting ini). Adalah fakta bahwa pernah terjadi sejumlah kecelakaan akibat masalah pada instalasi gas di mobil-mobil yang telah dikonversi untuk memakai BBG.

Menyusul ditolaknya opsi kenaikan harga BBM, pemerintah gencar berusaha agar konsumsi BBM bersubsidi berkurang, dan mesyarakat beralih ke BBM non subsidi serta beralih dari BBM ke BBG. Untuk mencapai tujuan ini, jika diamati dari berbagai pernyataan pemerintah (termasuk Lima Aturan Hemat BBM dan Listrik yang akan diumumkan Presiden SBY 23 Mei '12), tampak pemerintah lebih banyak memakai stick dari pada memakai carrot. Kita dihimbau dan mungkin akan "dipaksa" mengurangi pemakaian BBM bersubsidi, tetapi hampir tak ada upaya pemerintah agar kita tertarik memakai BBM non subsidi atau beralih ke BBG. Hampir tak ada upaya pemerintah untuk edukasi tentang manfaat atau keunggulan BBG dibanding BBM. Hampir tak ada upaya Pertamina atau pemerintah untuk edukasi dan tentang manfaat atau keunggulan BBM non subsidi dibanding BBM bersubsidi (jika memang ada).

Adalah fakta bahwa BBM non subsidi lebih mahal dari BBM bersubsidi. Namun tidak sedikit produk berharga mahal yang tenyata lebih laku dari yang harganya lebih murah. Tentu produk mahal tersebut jadi laku berkat strategi dan taktik marketing. Lalu, mengapa Pertamina tidak memakai pendekatan marketing untuk membuat Pertamax lebih laku dari Premium? Mengapa pemerintah atau Pertamina tidak memakai pendekatan marketing untuk membuat BBG lebih menarik dari pada BBM?

Saya bukan ahli marketing, jadi saya tidak kompeten untuk memberi saran. Saya hanya pernah mendengar bahwa ada SPBU milik perusahaan asing yang berpromosi dengan memberi minuman/soft drink kepada pelanggannya dan ada juga yang mengadakan undian berhadiah. Saya yakin Ibu Karen Agus Setiawan dan orang-orang Pertamina dan pemerintah lebih jago soal marketing dari pada saya. Ayo tunjukkan kemampuanmu. Jangan hanya berlindung pada regulasi. Jangan hanya pasang spanduk " Premium adalah BBM bersubsidi untuk golongan tidak mampu. Terima kasih telah menggunakan BBM non subsidi."

Berikut adalah Lima Aturan Hemat BBM dan Listrik yang akan diumumkan Presiden SBY 23 Mei '12:

  1. Semua mobil pemerintah pusat, BUMN, BUMD dan kepala daerah secara bertahap dilarang gunakan BBM bersubsidi.
  2. Perceparan konversi dari BBM ke BBG harus dilaksanakan. Sisi teknologi terus disempurnakan dan keberadaan SPBG-nya juga ditambah.
  3. Menegaskan larangan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan menggunakan BBM bersubsidi. Pertamina akan buka stasiun pengisian khusus solar non subsidi dan pelaksanaannya diawasi jajaran pemerintah daerah.
  4. Tidak ada lagi pembangkit listrik baru milik PLN yang menggunakan BBM. Pilihan sumber tenaga yang didorong besar-besaran adalah matahari di samping batu bara, gas alam, panas bumi, air, dan biogas.
  5. Gedung milik pemerintah wajib mematikan AC setiap pukul 17.00 WIB. Sementara fasilitas lampu penerangan selambatnya harus dipadamkan pukul 19.00 WIB.

Sunday, March 11, 2012

Perlukah Penyatuan Zona Waktu Sabang - Merauke?

Pemerintah berencana menyatukan perbedaan wilayah waktu Indonesia yang saat ini dibagi ke dalam tiga zona waktu (WIB, WITA dan WIT). Kata Kepala Divisi Humas dan Promosi KP3EI, Edib Muslim, ide penyatuan zona waktu Indonesia adalah buah pikiran Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Hatta Rajasa.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, penerapan zona satu waktu akan memberikan keunggulan dari waktu yang lebih efisien serta penghematan dalam angka triliunan rupiah. "Ada perhitungan studi yang mengatakan bisa menghemat angka triliunan rupiah dalam hal itu. Yang penting menguntungkan, kita bisa lebih efisien dalam pengaturan dan sebagainya. Jadi, saya dukung."

Cina adalah negeri yang memiliki upaya menyatukan semua wilayahnya dalam satu zona waktu. Penyatuan itu bertujuan politik dan ekonomi serta demi memajukan negara mereka. "Kenapa kita gak melakukan hal yang sama?" tanya Edib Muslim.

Menurut Edib Muslim, penyamaan waktu antara indonesia barat, tengah dan timur diyakini akan dapat mengangkat 20% PDB indonesia. Sebab ada angkatan kerja berjumlah 190 juta orang yang akan melakukan pekerjaannya secara bersama-sama. Sementara saat ini angkatan kerja di Indonesia bekerja dalam waktu yang tidak sama. Saat penyatuan waktu, maka dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi karena ada produktivitas yang sama-sama bergerak.

Bagi saya, penyatuan semua wilayah Indonesia dalam satu zona waktu tidak realistis. Lihatlah peta, wilayah Indonesia bukan membentang Utara - Selatan tetapi membentang Timur - Barat, sesuai pergerakan cahaya matahari. Pada waktu saudara-saudara kita di Papua bangun pagi, sebagian besar saudara-saudara kita di Medan masih tidur nyenyak. Sudah sewajarnya jika ada beda zona waktu antara Medan dengan Papua. Sudah sewajarnya pula saudara-saudara kita di Indonesia Timur bekerja dalam waktu yang tidak sama dengan saudara-saudara kita di Indonesia Barat. Jika kita memaksa mereka bekerja dalam waktu yang sama, (seperti kata Edib Muslim di atas) itu artinya menentang jam biologis tubuh manusia.

Menurut saya, beda zona waktu seharusnya disyukuri dan dipandang sebagai keuntungan. Dengan beda waktu 2 jam, artinya pada waktu saudara-saudara kita di Maluku dan Papua sudah pulang kerja, saudara-saudara kita di Aceh, Padang dan Riau masih giat bekerja.

Wilayah Indonesia terlalu luas untuk dijadikan satu zona waktu. Kalau Edib Muslim menyebut Cina sebagai contoh, mari kita menengok Amerika Serikat. Konon jarak antara Sabang - Merauke hampir sama dengan jarak New York (di East Coast) - San Francisco (di West Coast). Pada peta Amerika Serikat jelas terlihat bahwa antara New York - San Francisco ada 4 zona waktu. Jadi pembagiannya lebih banyak dari zona waktu Sabang- Merauke, meskipun jaraknya hampir sama.US Time Zone

Rencana penyatuan semua wilayah Indonesia dalam satu zona waktu juga tidak disambut positif oleh Kepala Observatorium Bosscha, Hakim Luthfi Malasan. "Karakteristik tiga zona waktu sebenarnya sudah sesuai dengan landasan posisi geografis Indonesia. Begitu pula referensi keilmiahannya sudah memenuhi syarat bahwa ada tiga zona waktu di Indonesia." kata Hakim.

Hakim menyayangkan rencana pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan percepatan ekonomi semata. "Rencana untuk menjadikan satu zona tidak kami tentang, itu hak politis pemerintah. Yang terpenting bidang astronomi sudah memberi pandangan secara keilmuan,"ujar Hakim.

Menariknya, kata Menko Perekonomian ada perhitungan studi yang mengatakan penyatuan semua wilayah Indonesia dalam satu zona waktu bisa menghemat angka triliunan rupiah. Sayang, Menko Perekonomian tidak menjelaskan seperti apa perhitungan studi yang disebutkan beliau, dan asumsi-asumsi apa yang dipakai. Sepertinya KP3EI begitu terpesona dengan kemajuan ekonomi Cina dan ingin meniru Cina menyatukan semua wilayah dalam satu zona waktu.

Friday, May 20, 2011

(Not) Every Generation Blames the One Before

Sekitar tahun 2000, seorang Satpam di kantor saya mengeluh : "Buat apa sih pake reformasi reformasi segala?! Apa apa jadi mahal. Kita-kita jadi susah.". Waktu itu saya tidak setuju dan kurang senang mendengar keluhan dia. Maklum, saya sedang kena euforia reformasi. Waktu itu saya juga mengira, orang-orang yang berpendapat seperti Satpam di kantor saya ini jumlahnya tidak banyak.
Baru sekarang saya menyadari bahwa jumlah mereka tidak sedikit. Ini terlihat dari hasil survei Indo Barometer bahwa mayoritas publik menganggap Orde Baru lebih baik (40,9%) daripada Orde Reformasi sekarang ini (22,8%). Ternyata Not Every Generation Blames the One Before...
survei indo barometer.jpg
Bukankah indikator-indikator ekonomi makro menunjukkan hal-hal yang positif? Bukankah indeks IHSG meroket? Bukankah mal-mal dan tempat belanja moderen bertebaran dan selalu ramai? Bukankah sekarang kita jauh lebih bebas mengemukakan berpendapat dan bahkan mengkritik pemerintah? Bukankah ini bisa di"claim" sebagai keberhasilan reformasi dan keberhasilan pemerintahan sekarang?
Suka atau tidak suka, kita terpaksa menerima, bahwa hal-hal positif tersebut bukanlah yang jadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat kita (dengan asumsi hasil survei Indo Barometer itu memang benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya).
Lalu, apa yang jadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat kita? Mudah-mudahan Indo Barometer segera membuat survey untuk menemukan jawabannya.

Thursday, November 18, 2010

Gayus Memang Ma'nyuuussss...!!

Akhirnya Gayus Tambunan mengaku:"Yang di Bali itu memang saya.". Setelah beredarnya foto Gayus di Baliyang menghebohkan itu, sepertinya Gayus sudah tidak punya pilihan selain harus mengakui bahwa yang di foto itu memang dirinya. Sebelum foto itu beredar, konon Gayus sudah sering keluar rutan Kelapa Dua. Dalam bulan Oktober saja, kabrnya Gayus lebih banyak berada di luar dari pada di dalam rutan. Sungguh suatu "keistimewaan" yang langka bagi seorang tahanan.
Gayus memanfaatkan "fasilitas istimewa" itu semaksimal mungkin. Bahkan kelewat maksimal. Andai Gayus tidak keterlaluan mengumbar fasilitas istimewa ini, sepertinya Gayus dan rekan-rekannya di rutan Kelapa Dua masih bisa tenang tentram melanjutkan kegiatan yang saling menguntungkan ini.
Mengapa hanya dengan penyamaran ala kadarnya, Gayus berani berada di tempat umum yang dapat dilihat orang banyak? Mustahil Gayus tidak menyadari bahwa kasusnya adalah kasus yang menjadi perhatian publik, sehingga wajahnya jadi sangat mudah dikenali. Sepertinya Gayus memang menyadari bahwa dia punya sesuatu yang sangat istimewa.
Sesuatu yang istimewa ini tentu bukan hanya kekayaan yang dapat dia pakai untuk "membeli" aparat. Bukan juga sekedar "nyanyian merdu" yang dapat dipakai untuk tawar-menawar pasal-pasal hukum. Jika yang dipunyai Gayus hanya "nyanyian" tentu dia justru tidak akan berani berada di tempat umum, karena itu sama saja memberi kesempatan pihak-pihak yang terancam untuk membungkam paksa Gayus.
Dengan memilih kembali ke Indonesia setelah sempat melarikan diri ke Singapura, tentu kartu truf Gayus bukan cuma harta atau informasi. Sepertinya Gayus yakin dirinya memang "kebal" dan "untouchable".

Wednesday, August 11, 2010

Redenominasi Rupiah? Apa Istimewanya?

Mungkin pernah saudara kita atau anak kita mengalami demam sehingga panas tubuhnya mencapai 40 derajat Celsius. Kalaupun belum pernah, mari berandai-andai saja. Wajar kalau kita risau dan khawatir dengan suhu badannya yang begitu tinggi. Mari terus berandai-andai, bahwa untuk menentramkan kerisauan dan kekhawatiran ini, Anda mengganti angka 40 di thermometer dengan angka 37. Dengan begitu, suhu badan anak atau saudara anda itu seolah hanya 37 derajat C. Mengganti angka 40 di thermometer dengan angka 37 adalah analogi yang pas dengan Redenominasi Rupiah yang akan dilakukan pemerintah.

Di tahun tujuh puluhan kita masih menjumpai uang kertas dengan nomnal "seringgit" (dua setengah rupiah), dan masih ada sesuatu yang dapat kita beli dengan uang dua setengah rupiah. Sekarang apa yang bisa kita beli dengan uang dua setengah rupiah? Kita semua bisa merasakan bahwa hari ini, dengan uang seratus ribu rupiah, barang yang dapat kita beli tidaklah sebanyak barang yang bisa kita beli dengan uang seratus ribu rupiah pada sepuluh tahun lalu. Dengan kata lain nilai riil rupiah semakin lama makin rendah.

Mengganti angka 40 di thermometer dengan angka 37, tidak akan membuat anak atau saudara Anda sembuh dari sakitnya. Redenominasi Rupiah juga tidak akan menghentikan kecenderungan turunnya nilai riil rupiah. Selama masih ada inflasi, tetap saja nilai riil rupiah semakin lama makin rendah. Redominasi akan membuat nilai mata uang kita seolah meningkat. Barang yang sebelum redenominasi harganya seribu rupiah, secara teori, setelah redenominasi cukup anda bayar dengan uang satu rupiah saja. Tetapi jangan terlalu gembira dulu. Kalau sebelum redenominasi jumlah uang Anda adalah satu milyar rupiah, maka setalah redominasi, jumlah uang itu menjadi hanya satu juta rupiah saja. Jadi, Redenominasi Rupiah tidak akan membuat Anda lebih kaya ataupun membuat Anda lebih miskin. Tetapi yang pasti inflasi akan membuat kita semakin miskin.

Secara substansi, Redenominasi Rupiah hanya beda tipis dengan mengganti angka 40 derajat C di thermometer dengan angka 37 derajat C. Tulisan ini tidak bermaksud mengajak Anda menolak Redenominasi Rupiah. Tulisan ini hanya mengingatkan bahwa tidak ada yang istimewa dari Redenominasi Rupiah.

Jika anak atau saudara Anda sedang demam, apakah anda akan mengganti angka 40 di thermometer dengan angka 37?






Sunday, May 30, 2010

Lindungi Akun Email, Facebook dan Blog Anda!

Kurang lebih 10 orang teman seniman Jajang C Noer tertipu oleh pembajak instan message yahoo messenger milik Jajang. Selain YM, facebook milik Jajang juga dibajak penipu tersebut. Demikian diberitakan oleh Okezone. Di blog ini, saya pernah menulis mengenai seorang teman yang akun Yahoo nya dicuri. Mirip dengan kasus Jajang C Noer, si pencuri mencoba menipu dengan mengirim email ke alamat-alamat yang ada di address book. Si pencuri mengaku sebagai teman saya, berpura-pura sedang dalam kesulitan dan meminta bantuan uang.

Dari kasus di atas jelas bahwa sangat penting untuk melindungi akun email dan akun jejaring sosial kita. Tidak hanya penting untuk melindungi diri kita sendiri, tetapi lebih penting lagi demi melidungi teman-teman kita. Sekali akun kita tercuri, si pembajak akan sangat leluasa menipu semua teman-teman kita.

Agar yahoo atau facebook kita tidak mudah dibajak, Nukman Lutfi (seperti disiarkan di sebuah TV) menganjurkan untuk memakai password paling sedikit 6 karakter, terdiri dari huruf dan angka dan memakai huruf besar dan huruf kecil. Nukman Lutfi juga menganjurkan agar menggunakan password yang berbeda untuk setiap akun.

Selain memakai password mengikuti anjuran Nukman Lutfi, kita perlu juga memastikan agar kita login pada halaman web yang benar. Bukan halaman web palsu yang dibuat menyerupai Yahoo atau Facebook. Kalau kita tidak teliti kita bisa terkecoh dengan halaman Yahoo atau Facebook palsu yang dibuat sangat mirip dengan halaman aslinya.

anton mail bukan Yahoo Mail

Pastikan pula bahwa kita login pada halaman yang ter-enkripsi (https). Seperti pernah saya tulis di blog ini, jika kita login ke Facebook melalui http://www.facebook.com, ada kemungkinan username dan password kita dapat diketahui dan dipakai oleh orang lain, karena halaman ini tidak ter-enkripsi. Cara login ke Facebook dengan lebih aman dapat dibaca di posting tersebut. Cara yang serupa dapat anda pakai juga untuk login ke Facebook melalui ponsel atau PDA memakai Opera Mini. Yaitu:

  1. Jangan mengisi apapun pada kotak user name dan password (hapus/kosongkan, jika sudah ada isinya)
  2. Klik "Login",
  3. Pastikan ada gambar gembok sebelum mengisi username dan password.

secure login mfacebook.JPG

Serupa dengan Facebook, berhati-hatilah jika login ke Wordpress, karena http://wordpress.com/ adalah halaman yang tidak terenkripsi. Pastikan anda login ke Wordpess melalui halaman yang ter-enkripsi ( https://en.wordpress.com/wp-login.php). Caranya serupa dengan cara login untuk Facebook.

secure login wordpess.JPG

Monday, February 8, 2010

Antara Alimin, Bank Mandiri, dan 13 Triliun Rupiah

Sekitar setahun yang lalu saya mendapat SMS Banking Mandiri menyebutkan "kredit" sekitar Rp 9 juta. Sayasms banking mandiri.jpeg senang campur heran. Dalam hati, saya bertanya-tanya, siapa yang berbaik hati mengirimkan uang Rp 9 juta ke rekening saya?

Beberapa jam kemudian, saya mendapat SMS lagi dari Bank Mandiri menyebutkan "debit" sekitar Rp 9 juta. Wah, ternyata uang itu cuma mampir sebentar di rekening saya. Sampai saat ini, saya tidak pernah mendapat penjelasan apapun dari Bank Mandiri mengenai kejadian aneh ini.

Sore ini, Senin 8/2/2010, saya dengar di radio Trijaya FM, ada nasabah Mandiri yang mengalami kejadian serupa dengan saya, bahkan lebih seru. Alimin, seorang petani di Pare-pare, Sulawesi Selatan, terkaget-kaget sewaktu mengetahui saldo tabungannnya di Bank Mandiri mendadak bertambah menjadi Rp 13 triliun.

"Saldo tabungan saya tertulis Rp 13 triliun. Uang itu masuk pada tanggal 3 November 2008. Padahal tabungan saya hanya sekitar Rp 5 juta," Demikian kata Alimin seperti diberitakan detik.com.

Sama seperti saya, Alimin juga tidak pernah menikmati uang tersebut sepeserpun. Uang Rp 13 triliun itu cuma mampir sebentar di rekeningnya. Bahkan Alimin dibuat semakin kaget sewaktu menanyakan perihal uang itu di kantor Bank Mandiri, "Ternyata ada penarikan Rp 22 triliun. Jadi tabungan saya minus Rp 9 triliun," ungkap Alimin. Jadi sekarang justru Alimin dianggap berhutang Rp 9 triliun. Tentu saja Alimin kebingungan. Mana mungkin dia bisa membayar "hutang" sebanyak itu?

Untunglah Alimin tidak harus membayar "hutang" Rp 9 triliun. Menurut Bank Mandiri Wilayah X Makassar hal tersebut terjadi karena kesalahan posting dan telah dikoreksi. "Kesalahan ini juga kami telah sampaikan secara tertulis pada Alimin, dan sama sekali tidak merugikan nasabah kami." kata Kepala Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Edhi Chrystanto, kepada detikcom.

Baca juga

Wednesday, December 23, 2009

"Sup Babi" Yang Tidak Haram

Apakah anda setuju dengan William Shakespeare yang mempertanyakan "What is in a name?"? Sepertinya ulama-ulama Malaysia termasuk yang tidak setuju dengan Shakespeare. Para ulama Malaysia mempersoalkan Bak Kut Teh versi halal yang dipromosikan sebagai makanan tradisional Malaysia oleh Kementrian Pariwisata Malaysia. Yang dipersoalkan para ulama itu bukanlah kehalalan bahan yang dipakai untuk membuat hidangan, tetapi pada nama hidangan tersebut. Di kalangan warga etnis Cina di Malaysia, Bak Kut Teh identik dengan sup yang dibuat dengan bahan daging dan tulang iga babi. Menurut para ulama Malaysia nama hidangan ini tetap bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim, meskipun daging babi telah diganti dengan daging ayam atau ikan.

Menurut Wikipedia Bak Kut Teh artinya pork rib tea. Konon kata Bak adalah dari bahasa Hokian, yang dalam bahasa Indonesia berarti daging babi. Saya agak kesulitan mencari konfirmasi. Di Google Translate tidak ada bahasa Hokian. Saya juga belum sempat menanyakan kepada teman-teman saya dari keturunan Tionghoa. Saya juga tidak terlalu yakin mereka mengetahui arti kata Bak, karena kebanyakan mereka sudah sangat jarang memakai bahasa Tionghoa.

Di Indonesia, masakan Cina dan masakan yang kita adopsi dari masakan Cina banyak sekali yang namanya mengandung kata Bak. Sebut saja, Bakmi, Bakpau, Bakso, Bakwan, Bakpia dan mungkin masih banyak lagi. Saya tidak setuju dengan ungkapan "What is in a name?". Tetapi dalam soal nama makanan, saya sependapat dengan William Shakespeare.

Gambar dari: http://dunia.vivanews.com/news/read/115715-malaysia_perkenalkan__sup_babi__versi_halal dan http://en.wikipedia.org/wiki/Bak_kut_teh

Thursday, December 17, 2009

Luna Maya Terjerat Undang Undang Dunia Maya

Kasus hukum yang dihadapi Prita Mulyasari mungkin akan selesai sebentar lagi. Tetapi sekarang deretan nama-nama yang pernah atau sedang terjerat pasal 27 ayat 3 UU ITE yang dijuluki "pasal karet" bertambah satu lagi. Hari ini diberitakan bahwa Luna Maya dilaporkan wartawan infotainment ke polisi. Para wartawan infotainment menuntut Luna Maya dengan memakai pasal 27 ayat 3 UU ITE. Pasal ini pula yang telah menjerat Prita Mulyasari.

Yang bisa terjerat pasal 27 ayat 3 UU ITE adalah: "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Eletronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik". DetiInet.com memberitakan bahwa Luna Maya di Twitter menyebut infotainment derajatnya tidak lebih rendah dari pekerja seks komersial dan pembunuh. (Bukankah "tidak lebih rendah" artinya "lebih tinggi"?. Jadi dimana letak "menghina"nya? Apa saya yang salah baca, atau detikinet yang salah tulis? Atau pengetahuan bahasa Indonesia saya yang jelek?)

Thursday, December 10, 2009

Antara Koin, Permen, Indomaret dan Prita Mulyasari

KemariIndomaretn saya beli roti di Indomaret yang di dekat perempatan jalan Kemang Utara, Warung Buncit dan Duren Tiga (samping Plasa Basmar). Seharusnya saya mendapat beberapa uang logam (koin) sebagai uang kembalian, tetapi kasir Indomaret menggantinya dengan permen. Hal ini sudah beberapa kali saya alami di mini market ini. Karena itu saya mau protes lewat nomor SMS yang tertulis di pintu mini market.

Ketika saya mau menulis SMS, ternyata nomor SMS pengaduan Indomaret tidak saya temukan di phonebook. Mungkin saya lupa menekan Save, setelah menulis nomor itu. Karena itu, protes akan saya lakukan via posting di blog ini saja.

Sebelum saya mau menulis posting ini, saya ingin tahu apakah ada orang lain yang mengalami uang kembalian yangkoinuntukprita.png diganti dengan permen. Setelah saya ketik kata: kembalian permen indomaret di Google, ternyata cukup banyak yang mengalami hal ini. Saya tidak percaya, bahwa Indomaret dan mini market lain mengalami kesulitan mendapatkan uang logam (koin) sehingga harus menggantinya dengan permen. Kalaupun mengalami kesulitan mendapatkan uang logam (koin), seharusnya bisa sedikit kreatif seperti sebuah swalayan besar yang menawarkan kepada kita untuk membulatkan harga ke atas, dan pembulatan tersebut untuk disumbangkan ke lembaga sosial seperti PMI.

Belakangan saya dapat informasi bahwa menurut UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, pengelola toko yang memberikan kembalian permen bisa kena sanksi kurungan hingga 3 bulan dan denda hingga Rp 6 juta.

"Mulai hari ini (25 Nov) tidak (boleh) ada toko yang melakukan pengembalian dengan permen, tapi harus uang. Mereka sudah berkomitmen. Sekecil apa pun prinsipnya mesti dikembalikan ke konsumen dengan uang," kata Radu M. Sembiring, Direktur Direktorat Perlindungan Konsumen, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Depdag.

Saya menghargai sikap pemerintah yang memberikan perlindungan kepada konsumen. Tetapi, saya kira sanksi kurungan hingga 3 bulan dan denda hingga Rp 6 juta masih terlalu ringan dibandingkan dengan sanksi yang mengancam Prita Mulyasari. Hanya karena mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit, Prita Mulyasari mungkin terpaksa harus membayar Rp. 204 juta, setelah sempat ditahan.

Seorang teman bercanda, mengatakan bahwa sekarang Indomaret dan mini market lainnya sedang kekurangan uang logam (koin) karena habis dipakai aksi koin keadilan mendukung Prita Mulyasari.

...........Oooppss.. jangan-jangan nasib yang menimpa Prita Mulyasari juga dapat menimpa saya dan blogger-blogger yang menulis posting tentang mini market yang mengganti uang kembalian dengan permen...

Thursday, November 19, 2009

Benarkah Panas Bumi adalah Sumber Energi Yang Murah?

Sumber energi Panas Bumi adalah salah satu sumber energi terbarukan. Potensi Panas Bumi (geothermal) Indonesia mancapai 40% dari Potensi geothermal dunia. Tetapi konon potensi Geothermal yang sudah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik hanya 800MW (2.5% dari kebutuhan energi listrik [1].
Dalam proyek percepatan 10 ribu Megawatt (MW) tahap kedua, PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) mendapatkan jatah 30 persen untuk mengembangkan listrik dari panas bumi dari rencana 4.773 MW. Konon menurut PP (peraturan pemerintah) mengenai patokan harga jual panas bumi, batas atas (ceiling price) harga jual listrik dari panas bumi ke PLN adalah US$ 9,7 sen per kwh. Sedangkan untuk batas bawah, PGE mengendaki agar tidak kurang dari US$ 8,7 sen per kwh. Alasan PGE mematok harga itu adalah disebabkan setiap daerah memiliki tingkat keekonomian dan kesulitan berbeda untuk dilakukan pengembangan panas bumi [2].
Tampaknya kisaran harga listrik panas bumi sebesar US$ 8,7 sen s/d US$ 9,7 sen per kwh akan sulit diterima PLN karena harga jual / tarif rata-rata PLN saat ini sekitar US$ 7 cents/kWh [3].
Kalaupun PLN akhirnya harus "setuju" membeli listrik panas bumi dari PGE pada harga US$8,7 sen s/d US$9,7 sen per kwh, tarif listrik PLN bakal naik jadi berapa? Agar tarif PLN tidak naik, apakah mungkin pemerintah menambah subsidi? Padahal untuk tahun 2009 ini saja subsidi listrik mencapai Rp 60,43 triliun, lebih besar dari Anggaran Pendidikan pada RAPBN 2010 yang hanya Rp. 51,8 triliun[3]?
Menurut data PLN, Biaya Variabel Indikatif Pembangkit Listrik Geothermal (data tahun 2008) adalah US$6,83 sen per kwh[4], . Menurut data tersebut, biaya Variabel Indikatif Pembangkit Listrik Geothermal masih lebih mahal dari Biaya Variabel Indikatif Pembangkit Listrik Non BBM seperti Turbin Gas dan Combine Cycle yang masing-masing US$ 5,84 sen per kwh dan US$ 2.96 sen per kwh (lihat tabel berikut). Biaya variabel Power Plant.JPG
Jadi, benarkah panas bumi adalah sumber energi yang murah? Referensi:

  1. http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/7986
  2. http://bisnis.vivanews.com/news/read/106849-pln_pertamina_urung_teken_listrik_panas_bumi
  3. http://hendrikampai.blog.binusian.org/2009/10/05/regionalisasi-pln-pln-jadi-perusahaan-daerah/
  4. http://www.pln.co.id/Portals/0/dokumen/Subsidi%20Listrik%202008%20(PSO).pdf

Tuesday, November 17, 2009

Tulisan Terpanjang di detik.com: Rekomendasi Final Tim 8 kepada Presiden SBY

Sejauh panggodo.jpgengamatan saya, pemberitaan-pemberitaan di situs detik,com biasanya ditulis singkat. Satu berita umumnya bisa terbaca semua dalam layar laptop saya. Tetapi pemberitaan tentang Rekomendasi Final Tim 8 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, masing-masing bisa mencapai 5 ukuran layar laptop saya. Berikut adalah sebagian Rekomendasi Final Tim 8 yang disampaikan kepada Presiden SBY hari ini, Selasa, 17 November 2009.

A. DUGAAN MAKELAR KASUS
Berdasarkan rekaman pembicaraan yang telah diperdengarkan di sidang MK dimana terdapat nama dan penyebutan nama-nama sebagai berikut:
a. Anggoro Widjojo yang merupakan Tersangka KPK dalam kasus korupsi PT. Masaro Radiokom, yang berperan sebagai penyedia dana yang bertujuan agar kasusnya dapat dihentikan.
b. Anggodo Widjojo yang merupakan adik dari Anggoro, yang berperan besar dalam kemungkinan proses rekayasa dan mengatur proses hukum Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto dengan para oknum pejabat Kepolisian, Kejaksaan, KPK, LPSK dan Pengacara.
c. Susno Duadji yang merupakan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri - disebutkan berulangkali dengan istilah Truno 3 - yang meskipun tidak terlibat pembicaraan telepon hasil sadapan, namun berdasarkan pernyataan Anggodo, Susno Duadji memiliki peran sentral dalam penetapan tersangka terhadap Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto dan memiliki komitmen tinggi terhadap Anggodo.
d. Abdul Hakim Ritonga yang merupakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) ketika penyadapan dilakukan, disebut sebanyak 24 kali dalam rekaman sebagai oknum yang memiliki peran penting dalam rencana yang disiapkan oleh Anggodo, serta diklaim memiliki dukungan dari RI 1, sebagaimana diungkapkan oleh rekan Anggodo, Yuliana Gunawan.
e. Wisnu Subroto yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel). Berperan aktif dalam merancang dan berkomunikasi dengan Anggodo khususnya dalam proses penyidikan Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto.
f. Irwan Nasution yang merupakan Jaksa pada Jamintel. Disebut dalam rekaman sebanyak 9 kali;
g. Farman yang merupakan Penyidik pada Mabes Polri, disebut dalam rekaman sebanyak 8 kali dan memiliki peran penting dalam penyusunan BAP Kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto;
h. Ketut [Sudiarsa] dan Mira [Diarsih] yang merupakan komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
i. Bonaran Situmeang, Kosasih dan Alex yang merupakan pengacara dari Anggodo.
j. Eddy Sumarsono
k. Ari Muladi
l. Yuliana Gunawan

terdapat dugaan terjadinya 'permainan' ...

(baca selengkapnya di detik.com)

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berdasarkan verifikasi tersebut, Tim 8 menyimpulkan dan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:
A. KESIMPULAN
1. Proses Hukum Chandra dan Bibit
a. Pada awalnya, proses pemeriksaan terhadap dugaan adanya penyuapan dan/atau pemerasan dalam kasus Chandra dan Bibit adalah wajar (tidak ada rekayasa) berdasarkan alasan-alasan:

1) Testimoni Antasari Azhar.
2) Laporan Polisi oleh Antasari Azhar
3) Rekaman pembicaraan Antasari Azhar dengan Anggoro di Singapura di Laptop Antasari Azhar di KPK
4) Keterangan Anggodo tanggal 7 Juli 2009
5) Keterangan Anggoro tanggal 10 Juli 2009 di Singapura
6) Keterangan Ari Muladi.

b. Dalam perkembangannya Polisi tidak menemukan adanya bukti penyuapan dan/atau pemerasan, namun demikian Polisi terlihat memaksakan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Chandra dan Bibit dengan menggunakan:
1) Surat pencegahan ke luar negeri terhadap Anggoro;
2) Surat pencegahan dan pencabutan cegah keluar negeri terhadap Djoko Tjandra.

c. Polri tidak memiliki bukti yang cukup untuk mendakwa Chandra dan Bibit atas dasar penyalahgunaan wewenang berdasarkan Pasal 23 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 421 KUHP dan pemerasan berdasarkan Pasal 12 (e) Undang-undang Tindak Pidana Korupsi serta percobaannya berdasarkan Pasal 15 UU Tindak Pidana Korupsi.

d. Dalam gelar perkara tanggal 7 Nopember 2009, Jaksa Peneliti Kasus Chandra dan Bibit juga menilai bahwa bukti-bukti yang diajukan oleh penyidik masih lemah.

e. Aliran dana dari Anggodo Widjojo ke Ari Muladi terputus dan tidak ada bukti yang menyatakan uang tersebut sampai ke tangan pimpinan KPK.

... (baca selengkapnya di detik.com)

Sunday, November 1, 2009

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi

"Dan ibu-ibu meminta saya agar tidak menyanyi supaya suami mereka tidak berpikir yang bukan-bukan?"
"ya, kira-kira begitu Zus."
"Jadi selama ini ternyata para suami di sepanjang gang dibelakang rumah membayangkan tubuh saya tel......"

Begitulah sepotong dialog dalam Cerpen Seno Gumira Ajidarma "Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi". Dalam cerpen ini, Pak RT terpaksa melarang Sophie menyanyi di kamar mandi. Larangan itu dibuat atas desakan ibu-ibu yang resah karena suami-suami mereka selalu berimajinasi setiap mendengar Sophie menyanyi di kamar mandi.
Dengan alasan berbeda, Hugo Chavez, Presiden Venezuela mengimbau warganya untuk tidak menyanyi saat mandi. Alasannya: agar warga Venezuela mandi lebih cepat, sehingga air dan energi yang dihabiskan lebih sedikit.

"Some people sing in the shower, in the shower half an hour. No kids, three minutes is more than enough. I've counted, three minutes, and I don't stink," kata Chavez dalam rapat kabinet.

Venezuela sedang mengalami krisis air dan energi. Musim kering telah menyebabkan persediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air jauh berkurang. Selain itu Venezuela juga sedang kekurangan investasi. Chaves sebelumnya sudah memerintahkan departemen dan istansi pemerintah memotong konsumsi listrik sampai 20 persen.

(gambar dari http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2009/10/26/brk,20091026-204478,id.html )